Ini Empat Kampung Adat di Malaka, NTT

20 Maret 2019 08:00

GenPI.co - Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk daerah yang memiliki banyak kampung adat. Nuansa tradisional terjaga ketat di sana. Nah, jika kamu menyaksikan Konser Musik Perbatasan Malaka 2019, sempatkan deh mampir ke salah satu kampung adat di sana. Sekalian eksplorasi kekayaan alam dan budaya yang ada di dalamnya.

Konser Musik Perbatasan Malaka digelar 28-29 Maret 2019. Venuenya ada di Lapangan Paroki Kamanasa (MISI), Betun, Malaka. Bintang tamu utamanya adalah Bondan Prakoso dan penyanyi Timor Leste Maria Vitoria.

Salah satu kampung adat yang direkomendasikan adalah Tuaninu. Letaknya di Desa Kusa, Malaka Timur. Kampung adat ini berada di atas bukit dengan dikelilingi ‘benteng’ batu. Menurut Mako’an (Penutur Adat), dahulu bumi ini terdiri dari air. Setelah berlayar jauh, perahu nenek moyang mereka karam pada bukit tersebut.

Menghormati sejarah, generasi berkutnya mengadopsi filosofi perahu. Aplikasinya ada pada atas rumah dan terus dipertahankan hingga sekarang. Masyarakat adat lalu membangun rumah dan diberi nama Kapitan Ronda. Kampung ini memiliki sekitar 11 rumah adat. Dari jumlah itu, 11 rumah menjadi tempat tinggal lalu 2 lainnya konon dihuni makhluk gaib.

Kampung Adat Tuaninu memiliki beberapa elemen penting. Ada gerbang utama Tuaninu dengan rimbun pohon beringin di sekitarnya. Konon di bawah rimbunnya beringin ini, ada seekor kerbau gaib yang berkubang. Posisinya sebagai penjaga pintu utama perkampungan adat ini. Atas dasar ini, ritual adat biasanya dimulai dari gerbang utama tersebut.

Selain itu, Kampung Adat Tuaninu juga memiliki Rumah Adat Laku Leik. Rumah adat ini punya koleksi telur buaya putih. Dari cerita yang berkembang, telur ini bisa berubah menjadi tentara. Ada juga pedang pusaka yang bisa dihunus akan mengeluarkan bunyi layaknya lonceng. Untuk melihat benda ini, para pengunjung harus mengikuti aturan adat yang berlaku. Mereka memakai kain tenun asli kapas.

Ada juga Rumah Adat Kapitan Ronda, tempat menyimpan kunci kapal dan pakaian kerja nakhoda. Belum lagi koleksi benda berupa timbangan.

Malaka juga memiliki dusun tradisional Maibiku di Malaka Timur. Dusun ini sangat unik karena pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Loro Dirma. Bagunannya juga masih otentik. Di sini jadi spot pembuat tenun ikat. Ada juga sanggar Tari Likurai, Tebe, dan Bidu.

 Selain kekuatan arsitekturnya, Dusun Maibiku terkenal dengan seni budayanya. Tari Likurai, Tebe, dan Bidu itu bisa dinikmati di sini. Tarian ini sangat terkenal. Dengan kekuatan latar belakang sejarahnya, 3 tarian ini memang ditampilkan di Konser Musik Perbatasan. Kehadirannya tentu menjadi sajian terbaik

Destinasi lainnya yang wajib dikunjungi adalah Perkampungan Adat di Malaka Tengah. Ada banyak situs di sini, seperti Laran yang menjadi tatafik Maromak (Raja) Oan We Sei We Wali. Tempat ini dulunya pusat Kerajaan Pulau Timor. Ada juga Dusun Tradisional Bolan dengan koleksi benda kuno yang antik. Di sini setiap tahun digelar pesta Hamis Oan/Saur Batur (Jagung Muda) dengan Tari Tebe Bei Mau.

Malaka Tengah juga menyimpan Dusun Tradisional Kateri. Dusun ini memiliki koleksi banyak goa alam dengan karakter khas. Spot berikutnya adalah Haitimuk. Destinasi ini dulunya adalah pusat Kerajaan Loro Haitimuk.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co