GenPI.co - Mendaki gunung adalah salah satu olahraga ektrem di alam liar, yang cukup menantang dan menyenangkan bagi sejumlah orang.
Akan tetapi, kamu butuh persiapan fisik dan pengetahuan yang tidak main-main terkait gunung yang dituju saat pendakian.
BACA JUGA: Suka Bunga? Sambangi Saja Destinasi Wisata Bandung ini
Jika sampai memandang sebelah mata pendakian, bisa berdampak buruk bagi keselamatan kamu.
Apalagi, di Indonesia setiap gunung mempunyai karakteristik berbeda-beda.
BACA JUGA: Saat 4 Personel EXO Tampil Plontos, Siapa Tergagah saat Botak?
Dihimpun dari sejumlah sumber, berikut empat gunung dengan jalur pendakian ekstrem di Indonesia.
1. Puncak Jaya atau Cartenz
Gunung Cartenz berada di Papua, dan memiliki jalur pendakian yang cukup esktrem di Indonesia.
Karakter jalur pendakiannya berbatuan, tebing dan cuaca ekstrem dengan salju, hujan badan dan terkadang terik.
Hal itu membuat Gunung Cartenz hanya direkomendasikan untuk para pendaki kawakan. Karena butuh 14 hari untuk menyelesaikan pandakian, dan wajib memiliki mental yang kuat.
Foto: SC IG @me_jelajah
2. Gunung Binaiya
Merupakan gunung tertinggi di Maluku. Gunung itu sangat asri, sepi pendakian dan memiliki jalur pendakian yang cukup sulit.
Medan pendakian saat kamu menuju pos satu akan menghadapi tumbuhan berduri dan hutan yang cukup rapat.
Di sana juga ada tanjalan yang cukup menantang, karena kemiringannya 90 derajat. Naik dan turun lembah serta bebatuan tajam, akan kamu hadapi.
BACA JUGA: Manisnya Kakak Natasha Wilona, Bobotnya Turun 25 Kg dalam 6 Bulan
Akan tetapi, perjuangan kamu saat mendaki akan terbayar lunas saat berada di puncak gunung Binaiya. Karena akan terlihat jelas pemandangan Pulau Seram.
Foto: SC IG @ali_asron16
3. Gunung Latimojong
Menjejakkan kaki di puncaknya, menjadi mimpi banyak pendaki.
Trek awal akan memanjakan para pendaki, tetapi memasuki pertengahan dan menuju puncak sangat menguras tenaga dengan tanjakan curam, trek berliku dan batuan tajam.
Foto: SC IG @anakpesisir_
4. Gunung Raung
Sudah menjadu ikon gunung paling ekstrem di Pulau Jawa.
Karena gunung ini tidak memiliki sumber mata air. Dengan begitu, perlu peralatan memanjat tebing untuk menghadapi jalur pendakiannya.
Jalur setapak dengan kondisi kanan dan kiri jurang yang menganga, akan menjadi tantangan para pendaki. Berani coba? (*)
Foto: SC IG @cimara_adventure
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News