Bangunan ini unik, terbuat dari kayu dan mungil. Bentuknya menarik dan selalu menjadi obyek foto kaum milenial saat berwisata.
Namanya Wombohe Walima atau gubuk walima. Walima adalah perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad yang digelar masyarakat Gorontalo.
Sejarah terciptanya wombohe walima ini berawal dari bentuk tolangga (usungan kayu) yang berisi kue-kue untuk di bawa ke masjid. Awrga desa umumnya menyukai bentuk tolangga yang menyerupai irisan kubah masjid. Dari bentuk kubah masjid inilah wombohe walima ini dibuat.
“Semua yang ada di sekitar kita adalah sumber inspirasi,” kata Yosep Tahir Maruf, pencipta wombohe walima, Sabtu (16/2).
Wombohe walima ini hanya ada di Desa wisata Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. Ada empat unit wombohe yang dibangun di taman yang luas, di depannya terdapat kolam dan di sampingnya dipenuhi tanaman.
Karena bentuknya yang unik inilah kemudian bentuk wombohe ini diadopsi menjadi ikon perayaan Maulid Nabi Muhammad di Desa Bongo.
“Paling enak minum kopi dan makan kolombengi di wombohe walima,” kata Hasan Rahim, warga desa Bongo.
Angin pantai yang datang dari Teluk Tomini membawa kesejukan di wombohe ini.
Setiap bangunan ini terdiri dari 2 lantai, lantai pertama tanpa dinding hanya berhias pakadanga (ornamen kayu), sehingga siapapun yang berada di sini akan dibelai angin sepoi-sepoi dari tengah laut yang penuh uap air.
Di sisi atas, lantai dua dibiarkan kosong dengan alas kayu. Siapa pun yang kelelahan bisa menggunakannya untuk tidur atau sekadar beristirahat. Bagi mereka yang ingin bermalam di sini, mereka bisa menggunakan sebagai kamar tidur yang nyaman.
“Sering ngantuk jika sendirian, sangat enak berada di sini, melenakan,” ujar Supriyanto.
Sudah ribuan wisatawan yang menikmati wombohe walima ini. Mereka bahkan menjadikan sebagai spot yang instagramable. Kaum muda tak pernah melewatkannya jika berkunjung di desa ini.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News