Situs Megalit Pokekea, Pesona Lembah Magis Sulawesi Tengah

24 Januari 2019 14:46

Di desa Baliura, Lore Tengah, Kabupaten Poso, pada sebuah wilayah yang disebut Lembah Behoa, tersebunyi ribuan peninggalan zaman Neolitikum.  Saksi sejarah peradaban zaman batu  ini ditemui dalam artefak-artefak berupa patung dan lumpang-lumpang dalam berbagai ukuran. Ada yang berwujud manusia dan mahkluk hidup lainnya. Guratan-guratan batu dengan lambang-lambang lazim pra sejarah.

Kawasan dengan kumpulan artefak terbanyak ini bernama Situs Megalit Pokekea. Lokasinya dapat ditempuh hampir 3 jam perjalanan darat dari kota Poso. Waktu tempuh yang sama dengan rute lain yaitu jika wisatawan berangkat dari kota Palu. Koleksinya bukan sekadar patung. Ada sejumlah jar dari ukuran kecil sampai dengan dua kali tinggi manusia dan selalu digenangi air yang hampir tak pernah kering.

Jar atau oleh masyarakat setempat disebut Kalamba, dipercaya memiliki tiga fungsi dengan sumber cerita yang berbeda. Fungsi pertama diceritakan sebagai tempat mandi putri raja, kedua sebagai tempat minum, dan yang ketiga sebagai kuburan.

Juru pelindung yang setiap hari menjaga kawasan ini menjelaskan, tak jarang wisatawan memilih berkemah di lokasi obyek wisata ini.  Mereka ingin menikmati harmoni alam melihat matahari terbit di Situs Megalit Pokekea.

Tak ada pungutan biaya bagi mereka yang ingin melihat artefak-artefak ini. Pengunjung hanya perlu mengisi data diri pada buku tamu. Selain itu, mereka harus tetap menjaga kelestarian dan kebersihan kawasan obyek wisata tersebut.

Lokasi yang terpisah jauh dari pemukiman warga mengharuskan pengunjung membawa perbekalan saat berkunjung ke Pokekea. Namun, sebenarnya di kampung-kampung sekitar situs sudah terdapat beberapa penginapan bagi mereka yang berkunjung ke Pokekea sore hari dan berniat tinggal semalam.

Hampir belum ditemukan aksi vandalisme pada batu-batu lantaran gencarnya kampanye bagaimana sebaiknya ketika berkunjung ke situs purbakala. Relawan-relawan Situs Pokekea sangat militan menegur setiap postingan  di media sosial yang dianggap memberikan contoh yang salah seperti memanjat situs atau duduk beralaskan situ demi sebuah swafoto viral.

Saat ini, pemerintah terkait sedang mengupayakan berbagai macam cara promosi wisata. Hal tersebut agar situs-situs megalit yang masuk dalam Kawasan Taman nasional Lore Lindu bisa semakin dikenal oleh masyarakat indonesia. Pemerintah setempat ingin agar mereka yang berkunjung memiliki kebanggaan yang sama dirasakan seperti saat berkunjung ke Pulau Paskah ataupun ke Laos yang sama-sama memiliki peninggalan zaman neolitikum.

Pemerintah setempat melalui Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah menggandeng Generasi Pesona Indonesia regional Sulteng dalam hal promosi kawasan ini. Kedua pihak kembali membangkitkan kiat-kiat promosi go digital agar  Situs Megalit Pokekea menjadi  tujuan utama berwisata di masa mendatang.

Kerja sama ini diyakini akan semakin memacu bangkitnya kembali geliat promosi pariwisata Sulteng pasca gempa yang melanda kawasan itu beberapa waktu silam.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co