Sedimantasi Lumpur Sidoarjo itu Kini Jadi Tempat Wisata

05 Desember 2018 10:02

Berwisata Ke Pulau Lusi Pulau Hasil Endapan Lumpur Sidoarjo

Lebih dari sepuluh tahun, Sidoarjo didera bencana semburan lumpur. Sebagian Kawasan Porong tak bisa lagi ditempati. Pemerintah telah berusaha keras menghentikan semburan lumpur tersebut, sembari menglairkan lumpur yang sudah ada ke Sungai Porong.

Aliran lumpur yang melalui Sungai Porong ini lama kelamaan mengendap. Sebuah delta atau pulau kecil pun terbentuk di tengah sungai itu. Itulah Pulau Lusi.

Sebagai pulau yang baru terbentuk, Pulau Lusi ditangani langsung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pengelolaannya di bawah Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) yang dipimpin Direktur Jenderal Brahmantya Satyamurti Poerwadi.

“Selama lima tahun lumpur yang meluap dibuang ke Sungai Porong, lalu aliran sungai mengantarkan lumpur yang kemudian membentuk pulau baru di pesisir timur Sidoarjo,” terang Bramantya.

Nama Lusi rupanya akronim Lumpur Sidoarjo. Pulau seluar 94 hektar itu telah mengalami tahapan reklamasi sehingga ditanami pepohonan di atasnya. Oleh warga Sidoarjo dan sekitarnya, Pulau Lusi merupakan sebuah lokasi wisata baru.

"Lusi itu singkatan dari Lumpur Sidoarjo. Nama itu diberikan langsung oleh Bu Menteri perikanan dan kelautan Susi Pudjiastuti," Bramantya menambahkan.

Mengusung konsep ekowisata, Pulau Lusi ditanami Mangrove dan beragam pohon lain untuk menciptakan sausana asri dan rindang. Untuk menunjang wisatawan yang datang, pengelola pun membangun jalan ber-paving. Ada juga jembatan kayu dan fasilitas pendukung seperti toilet, warung makanan dan gazebo.

Atraksi lain yang seang disiapkan di Pulau Lusi adalah  memancing. Di pulau kecil itum ada sebuah tambak yang diberinama Tambak Wanamina. Nantinya wisatawan dapat memanfaatkan tambak ini sebagai lahan pemancingan ikan yang dibudidayakan disini.

Pulau Lusi memiliki potensi besar menjadi magnet bagi wisatawan. Sayangnya, penataan tempat ini belum begitu maksimal. Sarana dan prasarana yang belum mumpuni juga menjadi salah satu masalah yang perlu diatasi. Publikasi yang minim di media juga membuat destinasi wisata ini kurang polpuler.

“Masih banyak sampah bertebaran. Fasilitas seperti warung pun masih sangat terbatas serta pepohonannya masih pendek jadi panas kalau siang,” ulas Ismifadila, salah satu pengunjung Pulau Lusi.

Dari pusat kota, pengunjung yang ingin menyambangi kawasan wisata baru ini dapat terlebih dahulu menuju Dusun Telocor. Dari tempat inilah dilanjutkan dapat menyeberang ke Pulau Lusi menggunakan kapal-kapal sewa milik penduduk setempat. Lama perjalanan menuju Pulau itu 30-45 menit

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co