GenPI.co - Satwa langka ikan kodok Maluku yang menjadi daya tarik pariwisata di Kota Ambon, Provinsi Maluku.
Pelaku ekowisata yang juga instruktur selam berlisensi, Zainal H. Renuat mengatakan satwa langka tersebut kini membutuhkan perhatian serius karena habitatnya mulai tercemar sampah.
“Biasanya orang dari mana pun akan membayar mahal dan berkunjung ke sini hanya untuk melihat ikan ini,” katanya, Rabu (1/9).
Zainal mengatakan ikan dengan nama latin Histiophryne psychedelic aitu itumenjadi daya tarik ekowisata bagi penyelam dan peneliti untuk berkunjung di perairan Desa Laha.
Ikan itu berukuran kecil sekitar 10 centimeter dengan garis-garis mencolok berwarna merah muda berpola telapak tangan, mirip dengan ikan kodok di kelas Actinopterygii.
Namun, ikan unik ini terancam punah jika tidak ada kesadaran masyarakat untuk menjaga habitat di laut.
Menurut Zainal, masyarakat setempat masih sangat kurang memiliki kesadaran terhadap kebersihan pantai.
"Karena yang pertama ini faktor air dan sampah yang dibuang sembarangan ke laut,” ucapnya.
Selain itu, penyebab lainnya yakni karena belum ada pemahaman dan kesadaran dari masyarakat bahwa betapa pentingnya sumber daya alam di wilayah itu.
Ia berharap semua pihak baik itu pemerintah dan media massa terus memberi edukasi ke masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News