GenPI.co - “Wow, wow, wow. Tuhan! Ini indah sekali!” Begitu teriak Evi saat tiba di Lembah Rinjani, sebuah homestay yang menjadi akomodasi hemat a la backpacker di Sembalun, Lombok Timur. Kali pertama berkunjung, Evi sudah kegirangan lantaran keindahan tempat itu.
Evi adalah seorang penyuka traveling. Setiap mengunjungi sebuah tempat, ia akan menuliskan review tempat tersebut melalui akun Local Guide Google miliknya. Demikian pula saat menginap di Lembah Rinjani yang menyuguhkan pemandangan alam yang indah.
Baca juga: Ragam Motif Kain Tenun Khas Lombok
Lokasi homestay Lembah Rinjani memang strategis. Posisinya yang berada di ruas jalan jalur utama pendakian Gunung Rinjani, membuat kamu bisa memandangi siluet utuh Rinjani, setiap waktu. Terutama saat langit sedang cerah dan bersih dari awan atau kabut khas gunung.
Tak hanya pemandangan cantik kawasan kaki gunung serta siluet Rinjani, homestay Lembah Rinjani juga menyediakan akomodasi budget hemat. Di samping enam kamar twin bed, terdapat pula satu kamar dengan empat bunkbed. Kamar budget hemat ini bisa diisi delapan orang dewasa. Sangat cocok untuk grup pendaki gunung.
“Kamar itu kami jual hanya satu juta rupiah saja per malam. Sudah termasuk sarapan gratis berupa nasi goreng dan teh manis panas,” ujar Laely Farida pemilik Lembah Rinjani kepada GenPI.co belm lama ini.
Ia melanjutkan, jika ingin lebih murah, Lembah Rinjani menyediakan area camp. Penngunjung bisa memanfaatkan tenda yang mereka bawa. “Kami bisa membantu dengan sediakan minuman atau makanan serta toilet bersih,” buka Laely Farida pemilik Lembah Rinjani.
Baca juga: Sungguh Muhammad, Pemandu Wisata Pengrajin Ketapel Ikan
Di area camp, juga disiapkan satu tungku bakar. Tentu sangat bermanfaat menghangatkan badan di cuaca dinginnya Sembalun, atau sekadar membakar jagung atau singkong.
Sisi unik lain dari Lembah Rinjani adalah keberadaan tanaman buah biwah yang sejatinya hanya tumbuh di Tiongkok. Orangtua Laely yang berlibur ke negeri tirai bambu itu membawa pulang bibit buah tersbut. Lokasi Sembalun yang cukup tinggi dan cuacanya yang dingin, ternyata cocok serta membuat buah Biwah tumbuh subur. Setiap panen, buah Biwah yang segar, manis dan tinggi kandungan vitamin C, kerap ditawarkan ke para tamu yang menginap.
“Bulan April kebetulan sedang musimnya biwah. Tapi, karena tamu masih sepi, anak-anak di sekitar penginapan ini yang suka memetik langsung di pohonnya,” ujar Laely.
Di Lembah Rinjani juga terdapat tanaman edelweiss. Rupanya Laely punya alasan khusus mengapa menanam tumbuhan tersebut. “Kalau ada yang suka, memetik edelweissnya di sini saja. Jangan di gunung,” imbuh Laely sambil tersenyum.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News