GenPI.co - Feri memutuskan untuk menjajal berjualan otak-otak crispy demi memperoleh penghasilan tambahan.
Dia ingat betul bisnis itu dimulainya pada 2016 lalu. Kala itu, Feri merupakan buruh pabrik di kawasan industri Citeureup, Bogor, Jawa Barat.
Di kawasan itu juga, Feri tinggal dan berjualan otak-otak crispy. Saat memutuskan berjualan, dia memang tidak begitu fokus mengerjakannya.
Tenaganya sudah habis untuk bekerja di pabrik. Namun, nasib nahas menimpanya pada 2019.
Pabrik tempatnya bekerja bangkrut dan membuatnya kehilangan penghasilan utama.
Sang istri mendorongnya untuk mencari pabrik lain yang menerima pekerja buruh.
Namun, momen itu membuatnya makin yakin untuk meneruskan bisnisnya. Dia memusatkan waktu dan tenaga untuk membangun bisnis otak-otak crispy.
"Kebetulan tahun 2019, pabrik gulung tikar. Saya fokuskan untuk jualan otak-otak crispy," katanya, dalam YouTube Jajan Ranger yang diunggah 24 Mei 2022.
Tak berlangsung lama, bisnisnya makin berkembang. Setelah makin dikenal, usahanya membesar dan omzet terus bertambah.
Hal itu juga yang membuatnya tak ragu membangun sejumlah cabang baru untuk jualannya.
Total lapak yang dimilikinya saat ini sebanyak lima unit. Berkat keuletannya, dia sudah membangun waralaba atau franchise dari bisnisnya bernama Otak-Otak Crispy Portal Kanai.
"Sekarang total sama cabang ada lima tempat. Franchise ada sembilan. Ya saya jalanin ngalir saja," ujarnya.
Untuk lima lapaknya, sehari-hari Feri bisa menjual hingga ribuan otak-otak crispy.
Sementara itu, omzet yang dihasilkan dari jualannya mencapai Rp 4,75 juta per harinya.
"Di lima lapak, saya jual 19 bal per hari. Satu bal itu isi 250 otak-otak, tinggal kalikan saja," ucapnya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News