Jadi Petani Paprika, Aji Nursidiq Sukses pada Usia Muda

30 April 2022 19:00

GenPI.co - Aji Nursidiq memutuskan untuk melanjutkan profesi keluarganya sebagai petani.

Dia sukses menjadi petani paprika. Menjadi petani paprika memang tidak mudah karena pasar Indonesia yang lebih menyukai cabai.

Namun, dia bersikeras untuk bisa mengembangkan paprika sehingga makin dikenal di Indonesia.

BACA JUGA:  Bisnis Kue Dapel dan Kamir, Untungnya Lumayan Juga

"Perjalanan menjadi petani paprika itu panjang, ya, selain dilatarbelakangi keluarga. Saya pilih paprika karena eksklusif, tidak semua orang suka, tetapi potensi bisnisnya ada dan jelas," kata Aji kepada GenPI.co, Jumat (29/4).

Pria 27 tahun itu mengatakan awal terjun menjadi petani paprika sangatlah sulit, yang mana belum ada pasar yang menerimanya.

BACA JUGA:  Bisnis Keripik Singkong Varian Rasa, Hawasyi Banjir Cuan

Oleh karena itu, dia berusaha lebih keras untuk menciptakan paprika dengan kualitas terbaik.

Menurutnya, dengan perkembangan zaman, bisnis paprika sangat menguntungkan.

BACA JUGA:  Bisnis Kelapa Muda, Ajis Pernah Raih Omzet Rp 8 Juta Sehari

Sebab, masyarakat asing mulai banyak yang tinggal di Indonesia, sehingga restoran atau rumah makan membutuhkan stok paprika dengan kualitas terbaik.

"Rasa paprika itu, kan, cenderung manis, ya. Jadi, masyarakat kita tidak begitu suka, tetapi orang luar sangat suka paprika," ujarnya.

Menurut Aji, tantangan terbesar menjadi petani paprika saat ini ialah menjaga kualitas asil panen.

Dia menerangkan untuk mendapat hasil panen yang baik, perlu ada tindakan langsung sedari awal dengan melihat potensi dari tumbuhnya paprika.

Aji menjelaskan tantangan tersulit lainnya ialah merawat tanaman paprika hingga berbuah.

"Ya, tantangannya jelas harus merawat tanaman paprika dengan baik. Jika ada hama, harus segera ditindaklanjuti. Kita juga perlu melihat potensi cabang mana yang memiliki potensi bisa berbuah paprika yang baik," ucapnya.

Berkat usahanya itu, Aji kini berhasil menciptakan pasar paprika di Indonesia bahkan bisa mengekspor dengan jumlah yang banyak.

Menurut dia, permintaan ekspor jauh lebih tinggi daripada di dalam negeri.

"Kami bisa ekspor juga. Mengapa lebih tinggi ekspor? Ya, itu karena kebutuhan paprika di luar negeri jauh lebih besar penikmatnya," tuturnya.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Ranto Rajagukguk Reporter: Puji Langgeng

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co