GenPI.co - Muhammad tak pernah berekspektasi tinggi terhadap bisnis kue dapel dan kamirnya.
Prinsip berjualannya hanya ingin menyambung hidup dan tidak ingin menyusahkan orang lain.
Namun, siapa sangka, bisnis dua penganan murah meriah itu justru membawanya menjadi lebih sukses.
"Aku punya prinsip nggak mau ngerepotin orang lain. Saya usaha sebisa mungkin dijalankan," katanya dalam YouTube Kawan Dapur yang diunggah 28 April 2022.
Saat awal mendirikan usahanya, Muhammad hanya bermodal yakin saja.
Gerobak pun dia buat sendiri. Saat pendapatan dan cuannya bertambah, dia memutuskan membeli gerobak yang lebih layak seharga Rp 2,5 juta.
Muhammad memangkalkan gerobaknya di Jalan Raya Kedungwuni 191-123, Pekalongan, Jawa Tengah.
Saban hari, dia mulai berjualan pukul 4 sore. Dagangannya habis sekitar pukul 7 malam.
Dua penganan itu dibanderolnya Rp 1.000 per buah. Setiap hari, dia membawa bahan baku sebanyak 5 kilogram (kg).
Setiap kilogramnya, dia bisa menghasilkan 80 kue dapel ataupun kamir.
Muhammad bercerita Dapel merupakan kue asli Pekalongan dengan bahan utama tepung terigu, gula pasir, vanili dan pisang yang dipotong dadu.
Sementara itu, kamir adalah kue khas Pemalang yang bahan utamanya tepung terigu. gula, telur ayam, vanili dan tape.
"(Kue, red) Dapel dan Kamir bisa tahan sampai dua hari. Dijual (satu, red) Rp 1.000," ujarnya.
Selama berjualan, Muhammad sudah mengetahui akan ada berbagai tantangan yang datang.
Namun, dia menyikapi dengan legawa karena berbisnis memang tak selamanya mudah.
"Pernah satu hari pendapatan Rp 15.000. Kita ya bersyukur saja. Kita kan punya Allah, minta, (nanti) dicukupkan," ucapnya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News