GenPI.co - Neymar selalu berada di bawah bayang-bayang Lionel Messi karena menolak ajakan Pep Guardiola.
"Saya hampir pergi ke Bayern Munchen karena Pep Guardiola," ucap Neymar pada podcast Podpah dikutip dari FFT, Sabtu (1/3).
Neymar bercerita bahwa momen itu terjadi ketika dirinya belum bergabung ke Barcelona dan sesudah meraih Puskas Award.
"Setelah saya memenangkan Puskas Award, ayah saya terus menelepon saya pada jam 2 pagi. Dia lalu menyuruh saya membuka pintu, saya hanya memakai celana boxer saat itu," ungkap Neymar.
Saat itu, ayah Neymar datang bersama dengan Pep Guardiola dan penerjemahnya dengan ambisi yang membara.
"Guardiola mengatakan kepada saya bahwa jika saya mengikutinya, saya akan menjadi pemain terbaik di dunia," beber Neymar.
Neymar bercerita mengenai Guardiola yang membuka laptop dan menjabarkan posisi mana yang akan saya mainkan di Bayern Munchen.
"Guardiola saat itu juga berkata jika saya tidak mencetak 60 gol pada satu musim, dia akan mengganti namanya," tutur Neymar.
Namun, pada akhirnya Neymar menolak untuk datang ke Bayern Munchen bersama Pep Guardiola dan memilih bergabung ke Barcelona bersama Lionel Messi.
Neymar memang bersinar bersama Barcelona dengan meraih banyak penghargaan secara tim.
Namun, Neymar tidak bersinar secara individual seperti yang dijanjikan oleh Guardiola jika mengikutinya ke Bayern Munchen.
Kolaborasi mautnya Messi, Neymar, dan Suarez membuat publik lebih memandang sosok La Pulga sebagai pemain terbaik dunia.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News