GenPI.co - Guru Besar Olahraga dari Universitas Negeri Malang (UNM) Winarno memberikan dukungan ke Erick Thohir terkait program pembatasan naturalisasi.
Seperti diketahui, Ketua Umum PSSI Erick Thohir kabarnya akan membatasi jumlah pemain naturaliasi dalam kompetisi liga.
Winarno melihat hal tersebut bukanlah tindakan diskriminasi, bahkan memiliki tujuan bagus agar kompetisi lebih sehat.
Menurut Winarno, pembatasan pemain naturalisasi di setiap klub merupakan langkah jangka panjang untuk perkembangan sepak bola Indonesia.
Pernyataan Winarno ini merupakan bentuk respons terkait banyaknya pemain naturalisasi dan fans sepak bola Indonesia yang menyorot tajam ide Erick Thohir tersebut.
“Saya kira jauh dari urusan diskriminasi, bahkan menurut saya ini amunisi baru untuk membuat sepak bola nasional bangkit, dengan memberi kesempatan kepada para pemain Indonesia untuk bisa menunjukkan jati diri dan go internasional,” ujar Winarno dari rilis yang diterima GenPI.co, Sabtu (11/3).
Dia menambahkan, jika diterapkan dengan konsisten, akan bagus memunculkan para pemain usia muda Indonesia yang berbakat untuk bisa menjadi duta bangsa di cabang sepakbola.
“Pemain muda kita punya potensi besar menjadi juara Asia. Mestinya kompetisinya yang harus dibangun lebih kondusif, sehingga anak-anak muda yang potensial akan berkembang maksimal di Liga 1 dan 2,” jelasnya.
Bahkan, Winarno melihat jika kompetisi sepak bola dalam negeri sudah berkualitas, pemain naturalisasi bisa ditiadakan pada semua liga.
“Suatu saat naturalisasi pada tahun tertentu bisa 0, jika kompetisi sudah mampu mendongkrak anak-anak muda yang potensial menjadi pemain yang mampu menjadi pemain dunia,” ucap Winarno.
Winarno juga menegaskan, suatu saat para pemain timnas Indonesia mampu berjaya tanpa adannya pemain naturalisasi.
“Sudah teruji di cabang bulutangkis, menjadi juara tanpa naturalisasi hal yang biasa. Semoga sepak bola nasional pada saatnya mendunia tanpa naturalisasi,” harap Winarno.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News