GenPI.co - Sepak bola Jepang tidak selamanya mentereng seperti yang ditunjukkan timnasnya pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Perekonomian Jepang yang sempat ambruk membuat sepak bola juga sangat terpengaruh.
Komite J League lantas menggaungkan dua ide besar, yakni J League 100 Year Vision dan melebarkan piramida Liga Jepang.
J League 100 Year Vision mengusung misi menciptakan seratus klub profesional pada 2092.
Sementara itu, ide kedua bertujuan membuat hierarki liga dengan membentuk kasta kedua, yakni J2 League.
J2 League diluncurkan pada 1999. Sepuluh klub menjadi peserta. Usaha berhasil. Jumlah rata-rata penonton meningkat.
J League ditonton rata-rata 18.883 penonton. J2 League disaksikan rata-rata 6.970 penonton.
“Sebelum J League, standar sepak bola di Jepang sangat jelek,” kata ahli sepak bola di Japan Women's University Profesor Yasuo Kawabata sebagaimana dikutip dari When Saturday Comes.
Setelah itu, Japan Football Association menggelar J3 League pada 2013. Statusnya pun profesional. Jumlah klub profesional di Jepang pun terus bertambah.
Menurut laporan The Roar pada 17 Mei 2021, jumlah klub profesional sudah mencapai 60.
Itu berarti target Japan Football Association sudah tercapai 60 persen. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News