GenPI.co - Bintang film dewasa Tanya Tate membongkar kemunafikan Qatar dan memberikan kritik ke Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) terkait Piala Dunia 2022.
Seperti diketahui, perdebatan mengenai legalisasi alkohol, hubungan intim di luar nikah hingga LGBT masih menjadi topik hangat di seputar Piala Dunia 2022.
Untuk pertama kalinya, Piala Dunia diadakan di negara Timur Tengah yakni Qatar sehingga ada beberapa perbedaan budaya yang menjadi benturan dengan kebiasaan liberal masyarakat Eropa.
Sebagai negara yang menganut syariat Islam sebagai sebagian besar dasar hukum, Qatar melarang keras adanya praktik penyimpangan hubungan intim termasuk kampanye LGBT.
Hal ini mendapat tentangan dari sebagian besar negara Eropa dan Amerika yang sedang kuat menggaungkan anti diskriminasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) kaum LGBT.
Tanya Tate menjadi salah satu pihak yang menilai Qatar sebagai tempat yang tidak nyaman untuk Piala Dunia 2022 yang seharusnya menjadi ajang sepak bola yang bisa dinikmati oleh siapa pun.
Melansir dari Daily Star, Jumat (25/11), Tanya Tate juga membongkar bahwa sebagai bintang film dewasa, dia punya banyak penggemar dari negara Timur Tengah seperti Arab Saudi.
"Saya memiliki banyak penggemar di Arab Saudi yang melakukan hubungan intim virtual dengan saya melalui panggilan telepon dan obrolan video," tutur Tanya Tate.
Dia juga mengkritik kemunafikan pria Qatar yang dinilai mengaku taat beragama tetapi sebagian besar tidak menganggap wanita memiliki kesetaraan derajat.
"Sementara Qatar mengecewakan wanita. Tidak ada kemitraan yang setara dan tidak ada kehidupan yang bebas. Itu membuat saya merasa sedih untuk populasi wanita Qatar," imbuhnya.
Menurut fans Timnas Inggris ini, para wanita di Qatar tidak bebas dalam mengambil keputusan dan bisa mendapat hukuman jika tidak menuruti perintah pasangannya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News