GenPI.co - Direktur pelatih sektor ganda Asosiasi Bulu tangkis Malaysia (BAM), Rexy Mainaky secara terbuka meminta ganda putra mereka meniru wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Permintaan ini diungkapkan setelah anak-anak didiknya mendapatkan hasil tidak memuaskan pada Malaysia Open 2022, 28 Juni hingga 3 Juli lalu.
Sektor ganda putra Malaysia sejatinya menjadi satu-satunya harapan tuan rumah bisa mengirimkan wakil ke final.
Pasalnya, hanya sektor tersebut yang mampu meloloskan dua wakil ke semifinal Malaysia Open 2022 yaitu Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Sementara itu, pada empat sektor lainnya, wakil Malaysia banyak terhenti di babak-babak awal.
Namun, harapan terciptanya All Malaysian Final harus pupus setelah dua pasang ganda putra itu takluk di tangan rivalnya.
Aaron/Soh dikandaskan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 23-21, 21-9, sedangkan Goh/Sze dihentikan Fajar/Rian dengan skor 21-14, 21-12.
Menanggapi hasil tersebut, Rexy Mainaky mengaku kecewa dan meyakini kagagalan anak didiknya disebabkan oleh pola pikir yang bercabang.
Legenda ganda putra Indonesia itu menilai para pemainnya tidak bisa bermain lepas dan mudah terganggu oleh pikiran-pikiran yang muluk-muluk.
Peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 itu pun berharap para pemainnya bisa meniru ketenangan Fajar/Rian dan Hoki/Kobayashi.
“Saya ingin pasangan kita belajar dari pasangan Jepang dan Indonesia. Anda tidak melihat mereka hancur di bawah tekanan seperti kita," tutur Rexy Mainaky dikutip dari New Straits Times, Senin (4/7).
Oleh karena itu, Rexy berharap para pemainnya bisa lebih terbuka mengomunikasikan masalah mereka kepada tim pelatih sehingga persiapan mereka matang menjelang Malaysia Masters 2022, Selasa (5/7).(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News