GenPI.co - Pemain tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie diprediksi bisa membuat wakil China, Chen Long resah meskipun gagal menjuarai Badminton Asia Championship (BAC) 2022.
Jonatan Christie terpaksa harus puas finis di posisi kedua setelah dikalahkan oleh pemain Malaysia, Lee Zii Jia di partai final BAC 2022, Minggu (1/5).
Berlaga di Muntinlupa Sports Complex, Filipina, Jonatan tumbang dalam dua game langsung berdurasi 45 menit dengan skor 17-21, 21-23.
Meskipun gagal menjadi Juara Asia, keberhasilan Jonatan mencapai final turnamen setara BWF Super 1000 ini mampu membuat Chen Long mengkhawatirkan peringkatnya.
Sebagai informasi, BAC 2022 menawarkan poin yang fantastis, sebagai runner up, Jonatan berhak memperoleh sejumlah 10.200 poin.
Poin ini tentu akan berpengaruh banyak untuk kedudukan Jonatan di peringkat dunia versi BWF sehingga mengancam ranking Chen Long.
Saat ini Jonatan berada di peringkat 8 dunia dengan torehan 79.247 poin, dengan poin terkecil dari 10 turnamen yaitu 7000 yang diperoleh saat menjuarai New Zealand Open 2019.
Jika poin 79.247 tersebut ditambah dengan 10.200 dan dikurangi dengan 7.000 maka Jonatan akan mendapatkan 82.447 poin akhir.
Poin ini diprediksi nyaris melampaui Chen Long yang berpeluang turun ke posisi tujuh.
Sejatinya, Chen Long saat ini menempati posisi enam dunia, tetapi Lee Zii Jia diprediksi melampaui poinnya setelah menjuarai BAC 2022.
Alhasil, poin Jonatan akan semakin mendekati Chen Long, mengingat pemain berusia 33 tahun ini sudah lama tidak aktif ikut bertanding.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News