GenPI.co - Shin Tae Yong secara tidak langsung didukung oleh Menpora, yang mana bisa membuat Timnas Indonesia kian mengerikan.
Dukungan yang diberikan oleh Menpora Zainudin Amali kepada pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, berupa usulan untuk merekrut pemain keturunan dibandingkan naturalisasi pemain asing.
Hal tersebut diutarakan langsung oleh Menpora Zainudin Amali dalam jumpa media secara virtual di Jakarta, Kamis (18/11) kemarin.
“Saya belum dapat (informasi) dari PSSI, tetapi saya kira (pemain keturunan) lebih jelas ikatan darahnya dengan Indonesia daripada kita melakukan naturalisasi pemain yang tidak ada kaitannya sama sekali," jawab Zainudin Amali.
"Yang penting dia mau memilih di Indonesia,” tegasnya.
Zainudin menyatakan bahwa pemerintah siap mendukung dan memfasilitasi segala prosesnya, tapi melalui seleksi yang ketat.
Ia menekankan pemain yang diusulkan harus memiliki latar belakang keturunan Indonesia yang jelas serta memiliki rentang waktu usia produktif yang masih lama.
“Persyaratannya ada darah keturunan Indonesia, ditelusuri mana buktinya. Saya perketat, kalau memang keturunan, keturunananya sebelah mana, ibu, bapak atau kakek? Itu lebih mudah dan untuk prosesnya kami akan mempercepat kalau itu kebutuhan federasi (PSSI),” tuturnya.
“Intinya kami memfasilitasi apa yang diinginkan, tapi sangat selektif terutama dari segi usia. Saya tidak mau untuk kebutuhan jangka pendek,” tambahnya.
Itu artinya, secara tidak langsung Menpora benar-benar mendukung usulan Shin Tae Yong yang ingin membawa pemain keturunan Indonesia di Eropa ke Timnas Indonesia.
Seperti diketahui sebelumnya bahwa ada empat pemain keturunan Indonesia di luar negeri yang diajukan Shin Tae Yong untuk dijajaki potensinya memperkuat skuad Garuda.
Santer dikabarkan bahwa keempat pemain tersebut semuanya berposisi di lini belakang, yakni Sandy Walsh, Jordi Amat, Kevin Diks, dan Mees Hilgers.
Bila keempatnya datang dan diduetkan dengan Elkan Baggott, Ryuji Utomo serta Victor Igbonefo, maka lini belakang Timnas Indonesia pun dipastikan bisa kian mengerikan di ASEAN.(Antara)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News