GenPI.co - Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, menilai Liga 1 berjalan cukup baik dengan penerapan protokol kesehatan ketat sebagai komitmen berkompetisi di tengah pandemi covid-19.
Akan tetapi, dirinya punya catatan khusus terkait Liga 1 yang sudah bergulir.
"Di sisi teknis wasit banyak melakukan blunder," katan Akmal Marhali kepada GenPI.co, Jumat (3/9).
Dia menjelaskan, catatan lain yang harus dibenahi adalah pelaksanaan regulasi.
Untuk itu, Akmal meminta jangan lagi ada celah negosiasi seperti kompetisi sebelumnya yang akhirnya memunculkan kontroversi dan masalah.
"Regulasi harus tegas dan pasti karena ini kunci suksesnya kompetisi. Misal soal penyebutan nama klub," ujarnya.
Di regulasi pasal 5 disebutkan salah satu nama peserta kompetisi adalah PS Tira bukan Persikabo 1973.
Untuk itu, semua elemen termasuk media harus patuh menuliskan identitas tim itu dengan nama PS Tira bukan Persikabo 1973.
Selain itu, lisensi pelatih kepala berdasarkan regulasi pasal 32 AFC Pro.
Jadi, tidak ada dispensasi bagi klub yang pelatih kepalanya tidak memenuhi syarat.
Bali United memposisikan Stefano Cugurra alias Teco sebagai manajer dan pelatih kepala diberikan ke Yogi Nugraha.
"Persiraja masih memakai Hendri Susilo meski lisensinya baru A AFC. LIB selaku operator harus tegas," jelasnya.
Sementara itu, soal jersey tim untuk bertanding. Di mana saat laga Persipura Vs Persita jersey kiper dengan wasit sama, yakni kuning.
"Padahal, di regulasi pasal 43 itu tidak dibenarkan. Match Coordination Meeting H-1 tidak boleh lagi asal digelar, sehingga terjadi pelanggaran yang harusnya didenda Rp 5 juta," ujarnya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News