Italia Sindir Inggris Habis-habisan, Pakai Cara Curang Demi Juara

10 Juli 2021 03:15

GenPI.co - Inggris mendapatkan sindiran secara bertubi-tubi oleh Italia, jelang pertemuan keduanya di final Piala Eropa 2020.

Sindiran tersebut dilancarkan oleh media asal Italia, La Gazzetta Dello Sport, kepada Inggris yang disebut melakukan cara curang untuk bisa menjuarai Piala Eropa 2020.

Cara curang yang dimaksud oleh media Italia tersebut menyeret nama Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dan Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid.

BACA JUGA:  Kapten Timnas Italia Ungkap Alasan Inggris Sulit Dikalahkan

Disebutkan oleh Gazzetta Dello Sport, ajang Piala Eropa 2020 kali ini merupakan hadiah dari UEFA kepada Inggris karena telah membantu Asosiasi Sepak Bola Uni Eropa tersebut.

Hal ini tak lepas dari peran Boris Johnson dan juga Sajid Javid yang mendukung UEFA untuk menolak European Super League (ESL).

BACA JUGA:  Kapten Italia Beber Pemain Berbahaya di Timnas Inggris

ESL sendiri sempat menggemparkan dunia sepak bola karena digadang-gadang akan menjadi turnamen saingan dari Liga Champions, ajang resmi sepak bola terakbar untuk klub Eropa.

"Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, tercatat dalam sejarah sebagai orang yang menyelamatkan sepak bola Eropa. Sebuah balasan dari UEFA untuk memberikan gelar Piala 2020 akan sangat logis," buka Gazzetta Dello Sport.

BACA JUGA:  Legenda Ungkit Ulah Memalukan Fan Inggris Jelang Lawan Italia

"Turnamen Piala Eropa 2020 kali ini diselenggarakan dan diatur untuk Inggris oleh UEFA," sindir La Gazzetta Dello Sport.

Lebih lanjut, La Gazzetta Dello Sport juga menyindir cara Inggris lolos ke final dengan cara curang, yakni diving yang berujung penalti dan merugikan Denmark.

"Tidak mengherankan penalti yang didapat oleh Sterling saat melawan Denmark dapat dengan mudah mereka dapatkan," lanjutnya.

"Itu merupakan langkah yang mulus untuk Inggris ke final Piala Eropa 2020 setelah 55 tahun absen ke final turnamen resmi," sindir La Gazzetta Dello Sport.

Berhenti sampai situ? Tentu saja tidak. La Gazzetta Dello Sport juga menyindir Inggris yang lebih sering bermain di Stadion Wembley, kandangnya sendiri, di sepanjang turnamen Piala Eropa 2020.

Hal tersebut pun bukan tanpa alasan. Inggris diketahui total enam kali kali bermain di Stadion Wembley sejak fase grup hingga ke final Piala Eropa 2020 kali ini, dan merupakan yang terbanyak dibandingkan tim lainnya.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Cosmas Bayu

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co