GenPI.co - Tudingan bahwa Front Pembela Islam (FPI) pro teroris dibantah keras oleh Aziz Yanuar.
Advokat yang pernah menjadi anggota tim hukum di ormas yang telah dibubarkan pemerintah itu menduga ada upaya framing yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.
BACA JUGA: Denny Siregar Nekat, Sebut 2 Faksi di FPI, Nama Munarman Terseret
“Jika FPI yang nyata sudah bubar masih juga dikaitkan, itu namanya upaya pembusukan kepada FPI," kata Aziz Yanuar.
Lagi pula, Aziz mengeklaim bahwa FPI saat masih eksis tidak memberi tempat pada ideologi radikal pun orang-orang yang menganutnya.
“Orang-orang yang sok radikal dan ngotot maunya sendiri pasti sudah dikeluarkan," ucapnya, Senin (5/4)
Karena ketegasan tersebut, maka FPI menurutnya bukanlah tempat bagi para teroris.
"Orang-orang itu (pemahaman menyimpang) tidak diterima di tubuh FPI yang wasathiyyah," tegas Aziz yang kini menjadi kuasa hukum Habib Rizieq Shihab itu..
BACA JUGA: Di Depan Refly Harun, Munarman Beber Hal Penting Soal Sidang HRS
Dugaan keterlibatan anggota ormas itu dalam aksi terorisme terungkap dalam sejumlah penangkapan yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror.
Belasan terduga teroris yang diciduk dari Makassar dan Gorontalo, Sulawesi Selatan, pada Januari lalu mengaku menjadi anggota FPI cabang Makassar.
Bahkan salah seorang menyebut bahwa pada 2015 silam iia dan banyak anggota lain dibiat untuk setia pada ISIS.
Di momen pembaiatan itu, salah satu petinggi FPI yakni Munarman terlihat.
Penangkapan terbaru terhadap beberapa terduga teroris di Jakarta Timur dan Bekasi juga menunjukkan indikasi yang sama.
Hal ini terbukti dengan turut disitanya atribut FPI saat petugas menggeledeh kediaman terduga teroris tersebut.(JPNN/GenPI)
BACA JUGA: Analisis Maut Bikin Ngilu, Framing FPI Lekat dengan Pelaku Teror
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News