GenPI.co - Ekonom Senior Rizal Ramli blak-blakan mengomentari pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengatakan bahwa dana wakaf senilai Rp 597 Miliar dapat digunakan untuk infrastruktur.
Dalam Twitter-nya, Rizal Ramli memberi komentar terkait penggunaan dana umat (wakaf) yang dinilai kontradiktif dengan isu Islamophobia.
BACA JUGA: Aksi Gatot Nurmantyo Bikin Melongo, Aktivis KAMI Akhirnya Pasrah
"Islamphobia digencarkan, tapi ketika kesulitan keuangan, merayu dan memanfaatkan dana umat, wakaf, dan dana haji. Kontradiktif amat sih," kata Rizal Ramli, Rabu (27/1).
Sebelumnya, Sri Mulyani menyatakan bahwa total dana wakaf tunai yang dititipkan kepada perbankan di Indonesia hingga 20 Desember 2020 mencapai Rp 328 Miliar.
"Sedangkan project based waqaf, mencapai Rp 597 miliar," ungkap Sri Mulyani.
Dia juga menegaskan, bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendorong sektor ekonomi serta keuangan syariah yang dilakukan dengan terintegrasi.
BACA JUGA: Nasib 4 Shio Berubah Total, Hoki Tembus Langit, Siap-Siap Tajir
Hal tersebut dilakukan pemerintah untuk mempercepat, memperluas, serta mengembangkan ekonomi dan keuangan, guna mendukung ketahanan ekonomi nasional.
Menurut Sri Mulyani, zakat, shodaqoh, infaq, serta wakaf merupakan sektor dana sosial yang berpotensi strategis untuk dikembangkan lebih lanjut.
Bahkan sektor dana sosial tersebut dapat digunakan dalam mengatasi berbagai permasalahan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan kemiskinan.
Kendati begitu, wakaf di Indonesia umumnya masih berupa wakaf properti seperti bangunan masjid, pesantren, madrasah, pemakaman, dan tanah.
Oleh sebab itu, pemerintah yang dalam hal ini adalah Kementerian Keuangan akan menerbitkan suatu instrumen baru guna membiayai berbagai program sosial.
"Ini sebuah instrumen baru yang diterbitkan pemerintah atau Kemenkeu, di mana imbal hasilnya digunakan untuk membiayai berbagai program sosial yaitu saat ini telah terkumpul lebih dari Rp 54 miliar," jelasnya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News