Belum Kelar di Era Idham, Kapolri Baru Bakal Pusing Urusi ini

05 Januari 2021 13:35

GenPI.co - Ada dua hal besar yang belum bakal tak selesai diurus oleh Jenderal Pol Idham Azis yan jabatannya tinggal 20 hari lagi.

Hal besar pertama adalah  kasus pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diduga dilakukan Mujahidin Indonesia Timur (MIT)

Sementara kasus besar lainnya adalah penembakan yang menewaskan 6 laskar Front Pembela Islam atau FPI di Tol Cikampek.

BACA JUGA: Soal Kebiri pada Predator Anak, Ucapan Moeldoko Bikin Rakyat Adem

Hal itu diungkapkan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/1). Dua kasus itu menurutnya akan diwariskan kepada kapolri baru.

"Ketidakmampuan menuntaskan kasus Sigi adalah kegagalan Idham Azis sebagai mantan petinggi Densus 88 (Antiteror Mabes Polri) yang selama ini sangat agresif memburu teroris," beber Neta.

Kasus pembunuhan tersebut terjadi pada Jumat 27 November 2020 lalu. Namun hingga 35 hari setelah kejadian,  pelaku yang merupakan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora itu belum juga tertangkap.

Meski demikian, Neta berharap kasus ini bisa terselesaikan di detik-detik terakhir kepemimpinan Jenderal Pol Idham Azis. 

"Sehingga penangkapan ini sebagai hadiah pensiun bagi Idham agar mantan Kapolda Sulteng itu tidak meninggalkan utang kasus yang sulit diselesaikan oleh kapolri penerusnya," ucapnya.

Bicara soal kasus penembakan FPI, Neta pesimis akan diselesaikan dengan mudah.

Pasalnya, hingga kini Komnas HAM juga belum menuntaskan pekerjaannya menuntaskan peristiwa yang terjadi di KM 50 Tol Jakarta-cikampek itu. 

Menurutnya, kedua peristiwa di atas  bisa membuat kepercayaan publik makin luntur pada Polri jika tidak diselesaikan dengan tuntas.

BACA JUGA: Soal Dosa-dosa FPI, Tidak Ada Asap Kalau Tak Ada Api

Karena itu, Kapolri baru diharapkan bisa segera melakukan konsolidasi di internal Polri agar jajaran kepolisian bisa lebih fokus lagi untuk menuntaskan kasus tersebut. 

Salah satu yang bisa dilakukan oleh Kapolri baru adalah  berbagai pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat untuk membantu Polri menyelesaikan dua kasus yang kini mendera institusi itu. 

“Sehingga masyarakat benar-benar percaya pada Polri bahwa kasus itu diselesaikan secara promoter (profesional, modern, terpercaya)," Neta memungkas.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co