GenPI.co - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menyoroti pendapat pendiri Partai Ummat Amien Rais mengenai diam yang berarti kekerasan.
Refly Harun menyampaikan perspektifnya terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).
BACA JUGA: Polisi Bongkar Nyali Habib Rizieq, Mengejutkan!
Dalam kanal YouTube-nya, menurut Refly penting bagi presiden untuk memahami tugas konstitusionalnya.
Sebab, seorang presiden disumpah untuk menjadi Presiden Republik Indonesia, bukan presiden para pendukung.
Refly menilai bahwa pemerintahan hari ini telah mewakili semua pemilih secara teoretis.
BACA JUGA: Habib Rizieq Ampun-ampunan, Mendadak Kasus Chat Itu Muncul Lagi
Sebab, sekarang oponennya (saingan) Jokowi yaitu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Partai Gerindra masuk kabinet.
Walau begitu, menurutnya hal tersebut harus dikesampingkan karena Presiden bukanlah seorang relawan partai.
"Ketika presiden terpilih, disumpah, dan memangku jabatannya selama lima tahun, dia adalah Presiden Republik Indonesia. Bukan presiden relawan atau presiden para pendukung," jelas Refly, Sabtu (11/12).
BACA JUGA: Bongkar Skenario Jahat Istana, 2 Kekuatan Top Ini Porak-Poranda
"Hal ini penting untuk dikemukakan agar simpati itu tidak hanya diberikan kepada mereka yang mendukung. Tapi kepada anak muda dari Front Pembela Islam (FPI). Presiden diam saja karena merasa tidak memiliki kepentingan," bebernya.
Menurut Refly, kelompok pemuda dari FPI juga merupakan putera bangsa, warga negara, dan Presiden sudah disumpah untuk menjalankan segala undang-undang dan peraturannya.
BACA JUGA: Uang Ajaib Turun Akhir Tahun, Zodiak Ini Dapat Rezeki Nomplok
Ia juga mengatakan bahwa UUD 1945 membebankan kewajiban kepada penyelenggara negara terutama Presiden untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah.
"Jadi Pak Presiden Jokowi, dalam mimbar ini pun saya ingin menggaris bawahi pernyataan M Amien Rais. Pernyataannya patut direnungkan, karena ini adalah tragedi kemanusiaan yang menumpahkan nyawa anak-anak bangsa. Coba bayangkan mereka bahkan lebih muda daripada putera-puteri Bapak Presiden," ujarnya.
Refly juga menggaris bawahi bahwa Presiden Jokowi merupakan pemimpin yang berempati terhadap penderitaan rakyat, dari keluarga yang biasa-biasa saja, dari kota damai Solo yang kehidupannya sangat guyub.
Menurutnya tidak berlebihan kalau meminta Presiden turun tangan untuk menyatakan sepatah-dua patah kata untuk membentuk tim independen agar kasus penembakan tersebut terang benderang.
"Karena kita tidak boleh mengorbankan aparat keamanan kita sebagai sebuah institusi, Polri harus kita cintai, TNI harus kita cintai," jelas Refly.
"Akan tetapi kalau ada pribadi-pribadi itu terlibat dan gradasinya bukan hanya kesalahan prosedur, melainkan kriminal. Harus diselidiki dan di sidik agar tidak hanya muncul spekulasi di publik bahwa pembiaran sudah dilakukan," imbuhnya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News