GenPI.co - Posisi Prabowo Subianto dan partai yang dinakhodainya, Partai Gerindra, sama-sama dalam bahaya.
Elektabilitas Prabowo dan Gerindra sama-sama rontok dalam survei yang dilakukan New Indonesia Research & Consulting.
BACA JUGA: Gatot Nurmantyo Dilema: Maju Lawan Istana dan Polri, Mundur Malu
Elektabilitas Prabowo Subianto saat ini hanya mencapai 16,5 persen. Angka itu turun dibandingkan survei sebelumnya yang mencapai 18,9 persen.
Prabowo pun harus mengakui kehebatan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.
Ganjar memuncaki elektabilitas dalam survei New Indonesia Research & Consulting dengan angka 17,1 persen.
Elektabilitas Ganjar Pranowo naik dari 14,3 persen pada survei yang dilakukan sebelumnya.
BACA JUGA: Prabowo Subianto Makin Terpojok, Posisinya Gawat Banget
Pencapaian Prabowo sejalan dengan Gerindra. Elektabilitas Gerindra juga rontok.
Gerindra memang masih di posisi kedua dengan elektablitas mencapai 12,3 persen.
Namun, angka itu menurun dibandingkan survei sebelumnya yang menyentuh angka 12,5 persen.
BACA JUGA: Skakmat Pentolan PAN untuk Amien Rais dan Partai Ummat Telak Pol
Gerindra masih di bawah PDI Perjuangan yang memiliki elektabilitas sebesar 31,4 persen.
Elektabilitas PDIP naik cukup tajam dari 29,3 persen pada survei yang dilakukan sebelumnya.
Partai Golkar berada di posisi ketiga dengan elektabilitas mencapai 8,8 persen.
Sama seperti Gerindra, Golkar juga mengalami penurunan elektabilitas, yakni dari 9,7 persen pada survei sebelumnya.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bertengger di urutan keempat dengan elektabilitas sebesar 6,7 persen.
BACA JUGA: Adu Ancam 2 Jenderal Bikin Ngeri, Strategi Istana Top!
PKB juga mengalami penurunan elektabilitas, yakni dari 6,8 persen dibandingkan survei sebelumnya.
Kejutan dibukukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Elektabilitas PKS naik dari 5,5 menjadi 6,1 persen.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga makin kinclong. Dalam survei kali ini elektabilitas PSI mencapai 4,6 persen.
Angka tersebut naik dari 4,2 persen dibandingkan pencapaian pada survei sebelumnya.
“Di tengah wabah covid-19, hanya PDIP, PSI, dan PKS yang mengalami kenaikan elektabilitas,” ujar Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting, Andreas Nuryono, Kamis (1/10).
BACA JUGA: Jenderal Top Keluarkan Ancaman, Gatot Nurmantyo Bisa Panas Dingin
New Indonesia Research & Consulting sendiri melakukan survei pada 15-25 September 2020.
Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden. Mereka dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019.
Margin of error survei berada di kisaran 2,89 persen, sedangkan tingkat kepercayaan di angka 95 persen. (bsh/rmolid)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News