GenPI.co - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memeringati pemerintah soal kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan Amerika Serikat.
"Amerika Serikat merupakan mitra dagang penting untuk Indonesia. Pemerintah harus melaksanakan diplomasi perdagangan dengan baik," ujar Sufmi Dasco dikutip dari Antara, Jumat (4/4).
Petinggi Partai Gerindra itu juga mengingatkan pemerintah untuk tetap berhati-hati akibat kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut.
"Jangan sampai Indonesia menjadi sasaran 'tempat pembuangan' barang-barang produk negara lain yang tidak bisa dipasarkan di Amerika Serikat," kata Dasco.
Menurut Dasco, hal tersebut perlu diperhatikan karena berpotensi berdampak pada produk industri dalam negeri dan menggagalkan hilirisasi Indonesia.
"Pemerintah mesti jaga bersama kepentingan nasional. Bersama antara pemerintah, swasta, eksekutif, legislatif, dan penegak hukum," beber Dasco.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif tentang tarif timbal balik atau tarif resiprokal, Rabu (2/4).
Menurut perintah eksekutif tersebut, tarif dasar minimum sebesar 10 persen dan tarif yang lebih tinggi akan diberlakukan terhadap mitra-mitra dagang tertentu.
Semua impor akan dikenai tarif tambahan sebesar 10 persen, kecuali jika ada ketentuan lain. Kebijakan itu mulai berlaku Sabtu (5/4).
Trump memberlakukan tarif timbal balik yang lebih tinggi dan disesuaikan untuk setiap negara serta kawasan yang memiliki defisit perdagangan terbesar dengan Amerika Serikat. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan Rabu (9/4).
Akibat kebijakan tersebut, semua impor yang berasal dari Indonesia akan dikenai tarif sebesar 32 persen oleh pemerintah Amerika Serikat.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News