GenPI.co - Warga negara Indonesia (WNI) korban selamat atas penembakan yang dilakukan aparat Malaysia yakni APMM, membantah menyerang terlebih dahulu.
Penembakan yang dilakukan APMM terhadap 5 WNI itu menyebabkan satu di antaranya meninggal dunia.
Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI Judha Nugraha mengatakan Polisi Malaysia dalam rilisnya menyebut ada penyerangan yang dilakukan WNI.
“Tetapi korban yang selamat membantah adanya penyerangan itu,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (30/1).
Dia memastikan Kemenlu akan terus melakukan penyelidikan dan pendalaman secara menyeluruh.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan apakah penggunaan kekerasan serta kekuatan hingga menyebabkan kematian sudah sesuai prosedur atau berlebihan.
“Untuk kondisi korban penembakan, dua lainnya sudah stabil. Sedangkan dua orang masih kritis,” tutrnya.
Sementara untuk jenazah korban meninggal dunia atas nama Basri telah tiba di Terminal Cargo Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau pada Rabu (29/1) sore.
Jenazah kemudian langsung dibawa ke kampung halamannya di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis untuk dimakamkan.
Sebelumnya, lima WNI yang diduga pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural ditembak oleh APMM. Salah satu korban yakni Basri diketahui tewas. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News