GenPI.co - Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga merespons terkait kedekatan dua eks Gubernur DKI Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Keduanya terpantau duduk berdampingan dan saling berbisik pada saat acara di Balai Kota DKI Jakarta beberapa hari lalu.
Jamiluddin mengatakan kedekatan keduanya bisa menular ke masing-masing pendukung, sehingga Jakarta akan lebih tentram dan harmonis.
“Hubungan pendukung Anies dan Ahok setidaknya bisa lebih cair, sehingga warga Jakarta akan lebih tentram dan harmonis,” katanya dikutip dari JPNN.com, Kamis (2/1).
Dia menilai dengan harmonisnya pendukung Ahok dan Anies, maka bisa menjadi kekuatan untuk membantu Pramono Anung serta Rano Karno dalam membangun Jakarta.
Pasangan yang diusung PDIP pada Pilkada Jakarta 2024 itu pun akan semakin mudah merealisasikan janji politik saat kampanye.
Jamiluddin memprediksi keduanya akan bersama menyampaikan dukungan penuh kepada Pramono Anung dan Rano Karno dalam memimpin Jakarta.
“Jika disampaikan bersamaan, maka efek politis, psikologis, serta sosiologisnya akan berbeda,” tuturnya.
Dia juga menduga Anies dan Ahok akan pidato politik bersama, untuk merespons persoalan bangsa dan negara. Semisal Pilkada melalui DPRD, kembali ke UUD 1945, hingga pemberantasan KKN.
“Anies dan Ahok bisa saja menyampaikan hal spesifik mengenai Jokowi. Terutama isu sensitif mengenai Jokowi pasca pensiun presiden,” ujarnya.
Menurutnya, jika hal itu disampaikan Anies dan Ahok maka menjadi awal mendeklarasikan menjadi simbol oposisi mengingat partai oposisi saat ini lemah.
“Mereka berpeluang mengambi posisi itu. Hanya PDIP yang saat ini ada di luar kekuasaan,” ucap mantan Dekan FIKOM IISIP tersebut. (mcr4/jpnn)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News