GenPI.co - KPU Bali menyebut penyelenggaraan Pilkada 2024 tingkat provinsi sangat murah, karena bisa menghemat 50 pesen dana hibah daerah.
Ketua KPU Bali Dewa Gede Lidartawan mengatakan sisa dana hibah sampai 50 persen itu pun akan dikembalikan ke kas daerah.
Dia mengaku ada beberapa hal yang membuatnya bisa menghemat. Pertama yakni saat penyusunan anggaran, pengeluaran anggaran untuk lima pasangan calon, termasuk untuk calon perseorangan.
Kemudian dalam perjalanannya, Pilkada Bali hanya diikuti oleh dua pasangan calon yang diusung partai politik.
“Kami hanya memberi dukungan kepada dua paslon. Terutama untuk kampanye,” katanya dikutip dari JPNN.com, Kamis (26/12).
Alasan lain Pilkada 2024 bisa berhemat yakni karena KPU Bali banyak mengembalikan anggaran pokja. Sebab Kemenkeu mengeluarkan edaran bahwa pokja hanya boleh dikeluarkan 5 setahun.
Selanjutnya adanya larangan perjalanan daerah di lingkup KPU Bali untuk perjalanan yang dirasa tidak penting.
Lalu alasan kelima yakni minim pengeluaran pengadaan barang dan jasa, hingga tidak ada perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi.
“Pilkada 2024 ini sangat murah dibandingkan penyeenggaraan sebelu-sebelumnya,” tuturnya.
Dia mengatakan sisa anggaran Pilkada 2024 tingkat provinsi di Bali sekitar 50 pesen dari Rp 155 miliar akan dikembalikan.
“Kami proyeksikan sampai Februari 2025, kami menghabiskan sekitar 50 persen. Jadi sekitar Rp 70 miliar dari Rp 155 miliar,” ucapnya. (lia/JPNN)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News