Bakal Laporkan KPU DKI ke DKPP, Tim Ridwan Kamil: Ada Hak Rakyat Dihilangkan

03 Desember 2024 13:10

GenPI.co - Tim Hukum Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO) akan melaporkan jajaran komisioner di KPU DKI Jakarta ke DKPP karena dirasa melanggar kode etik penyelenggara pemilu (KEPP).

Sekretaris Tim Pemenangan RIDO Basri Baco mengatakan Komisioner KPU DKI tersebut melanggar KEPP karena tidak profesional pada Pilkada Jakarta 2024.

Dia menyebut KPU DKI telah menghilangkan hak masyarakat untuk memilih di Pilkada Jakarta pada 27 November 2024 lalu.

BACA JUGA:  5 Caleg Terpilih DPR RI dari PKB Diganti, PBNU: DKPP Harus Pecat Ketua KPU RI

Basri menyampaikan KPU DKI tidak menyebarkan sebagian Formulir C6, yakni surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih.

Akibat dari hal tersebut, ada banyak masyarakat yang tidak bisa menyalurkan hak politiknya dan berakhir golput atau golongan putih.

BACA JUGA:  DKPP RI: Aduan Terhadap Penyelenggara Pemilu Terbanyak di Sumatera Utara

“Tidak becusnya, tidak profesionalnya penyelenggara pilkada ini. Ada hak rakyat dihilangkan. Hak untuk memilih calon gubernur,” katanya dikutip dari JPNN.com, Selasa (3/12).

Dia juga mengklaim mendapat temuan lain, yaitu banyak formulir C6 yang dikirimkan ke warga yang sudah meninggal dunia.

BACA JUGA:  Ketua KPU Jawa Barat Ummi Wahyuni Diberhentikan DKPP Karena Langgar Kode Etik

“Ada beberapa bukti aduan dari masyarakat, bahwa bapaknya, omnya, neneknya kakeknya Sudah meninggal lalu masih mendapat surat udangan,” ujarnya.

Anggota Tim Hukum RIDO Muslim Jaya Butar Butar menambahkan pelanggaran yang dilakukan KPU DKI yakni Peraturan DKPP Nomor 2 tahun 2017 mengenai KEPP, khusunya pasal 15.

“Tim hukum akan melaporkan KPU DKI dan Jakarta Timur ke DKPP. Kami saat ini masih mengkaji. Semoga 1-2 hari selesai kajian kami,” ucapnya. (mcr4/jpnn)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Ridho Hidayat

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co