GenPI.co - Anggota Komisi III DPR RI Hasbiallah Ilyas membantah jika dirinya menyebut operasi tangkap tangan (KPK) merupakan kegiatan kampungan.
Politikus dari PKB itu mengatakan pernyataan yang pernah disampaikannya itu adalah guyonan dan disalahartikan.
“Dalam membaca pernyataan saya itu ada kesalahpahaman. Maksud saya, saya primadonanya adalah pencegahan,” katanya dikutip dari Antara, Senin (25/11).
Dia menyampaikan pernyataannnya itu menyebut jika OTT itu ada proses dan indikasi, maka jangan sampai ada uang negara hilang baru dilakukan penindakan.
“Setahu saya selama ini, itu sudah penerimaan kedua kali yang ditangkap (OTT) atau penerimaan ketiga. Kenapa tidak dari awal ada indikasi, diperingatkan,” ujarnya.
Menurut Hasbiallah, KPK bisa mengambil langkah antisipasi ketika menemukan indikasi pejabat melakukan pelanggaran.
Dia menyebut lembaga antirasuah itu mempunyai alat yang canggih untuk mendeteksi indikasi-indikasi pelanggaran.
“KPK ini kan punya alat sangat canggih dan biaya negara mahal. Kenapa tidak mendeteksi sejak awal?” tuturnya.
DPR RI sebelumnya melakukan uji kelayakan dan kepatuhan atau fit and proper test kepada para calon anggota Dewas KPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11).
Hasbiallah Ilyas saat itu melontarkan pernyataan operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK adalah tindakan kampungan. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News