GenPI.co - Kejagung menangkap tersangka kasus dugaan korupsi timah di wilayah IUP PT Timah Tbk tahun 2015-2022 Hendry Lie di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Senin (18/11) malam.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Abdul Qohar mengungkapkan peran Hendry Lie selaku beneficiary owner PT Tinindo Inter Nusa atau PT TIN pada kasus itu.
“Hendry Lie secra sadar dan sengaja melakukan kerja sama penyewaan alat processing peleburan timah antara PT Timah Tbk dengan PT TIN,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (19/11).
Dia mengungkapkan biji timah hasil peleburan dua perusahaan itu berasal dari CV BPR dan CV SFS yang sengaja dibentuk untuk menerima biji timah dari tambang ilegal.
“Diketahui, disadari, diinsafi, timah yang diolah itu didapat dari hasil penambangan secara ilegal,” tuturnya.
Akibat perbuatan puluhan tersangka, termasuk Hendry Lie ini mengakibatkan kerugian keuangan negara hingga mencapai sekitar Rp 300 triliun.
Kejagung menetapkan Hendry Lie sebagai tersangka pada 15 April 2024. Dia kemudian berhasil ditangkap di Bandara Soekarno-Hatrta setelah kembali dari Singapura pada Senin (18/11).
Qohar menyampaikan penyidik Kejagung pun telah menyita sejumlah aset milik Hendry Lie yang terkait dengan kasus timah.
“Kami sudah lakukan penelusuran semua aset para tersangka dan kami lakukan penyitaan. Tak terkecuali aset Hendry Lie,” ujarnya.
Dia mengatakan salah satu aset milik Hendry Lie yang sudah disita penyidik yakni sebuah bangunan yang ada di Bali.
“Kami sudah lakukan penyitaan sejumlah tanah dan bangunan, termasuk yang ada di Bali,” ucapnya. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News