GenPI.co - Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Takmir Masjid (LTM) PBNU Nasyirul Falah Amru alias Gus Falah menyayangkan pernyataan Nusron Wahid yang merespons pernyataan Ketum PBNU Gus Yahya.
Gus Falah menilai pernyataan Nusron Wahid sebagai Ketua Lembaga di PBNU dan anggota DPR RI, cenderung memiliki muatan dendam pribadi.
“Nusron seharusnya tidak perlu bicara begitu. Terlebih Gus Yahya hanya ditanya wartawan. Itu pun hanya ‘jangan-jangan’, bisa benar bisa salah,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (30/7).
Dia mengungkapkan Nusron memang direposisi jabatannya di PBNU dari yang sebelumnya Wakil Ketua umum menjadi Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP).
Gus Falah mengatakan reposisi tersebut sesuai aturan organisasi di PBNU, yang mana Wakil Ketua Umum tidak boleh merangkap menjadi pengurus harian partai politik.
“Saya juga dari ketua PBNU menjadi wakil ketua Lembaga Tamir Masjid PBNU. Kan ini aturan organisasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Anggota Pansus Angket Haji DPR RI Nusron Wahid membantah pernyataan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya terkait pembentukan pansus.
Nusron menyatakan pembentukan Pansus tersebut bukan keputusan dari pribadi para anggotanya. Tetapi keputusan resmi dalam rapur yang disetujui fraksi-fraksi di DPR RI.
“Saya mohon maaf Ketum PBNU Gus Yahya. Di DPR tidak kenal masalah pribadi,” tuturnya.
Ketum PBNU Gus Yahya pada Minggu (28/7) mengaku bertanya-tanya mengenai pembentukan Pansus Angket Haji 2024 itu.
Dia berpendapat adanya Pansus itu mempunyai kaitan dengan jabatan adiknya yakni Yaqut Cholil Qoumas sebagai menteri agama dan masalah lain yang tidak terkait haji. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News