GenPI.co - Tim gabungan Satgas Damai Cartenz dan Polres Nabire menembak anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya pimpinan Undius Kogoya atas nama Basoka Lawiya.
Penembakan terhadap anggota KKB di Topo, Nabire tersebut dilakukan karena melawan dan hendak melarikan diri saat hendak ditangkap.
Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengatakan anggotanya melepaskan tembakan hingga mengenai Basoka.
“Anggota melepaskan tembakan karena Basoka melawan dan berupaya kabur, hingga menyebabkan yang bersangkutan kehilangan darah,” katanya dikutip dari Antara, Senin (8/7).
Dia mengungkapkan Basoka terkena luka tembak pada bagian paha saat ditangkap di Kampung Topo, Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Minggu (7/7).
Faizal menyampaikan Basoka kemudian meninggal dunia diduga karena kehabisan banyak darah. Jenazah langsung dievakuasi oleh petugas.
“Meninggal dunia karena diduga kehabisan darah. Jenazah anak buah Undius saat ini masih di RSUD Nabire,” tuturnya.
Basoka Lawiya diketahui memiliki Alamat di Kampung Soanggama, Distrik Hitapida, Kabupaten Intan Jaya.
Selama hidupnya, yang bersangkutan terlibat empat kasus kriminal di Kabupaten Intan Jaya dan Paniai. Salah satunya yakni pembakaran rumah dinas ASN di Intan Jaya pada 20 Januari 2024.
Kemudian penangkapan dan penggeledahan terhadap Kepal Kampung Odiyai, Distrik Paniai Timur Efram Gobai pada 6 Mei 2024.
Selanjutnya penemabakan dan pembakaran di Jalan Raya Madi, Paniai pada 22 Mei 2024 dan pembunuhan Rusli di Paniai pada 11 Juni 2024. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News