GenPI.co - Kader PDIP Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut kalimatnya mengenai Jokowi dianggap tidak bisa kerja dalam video di media sosial itu dipotong.
Ahok mengatakan frase Jokowi tidak bisa kerja itu dimaksudkan saat Joko Widodo sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden RI.
“Itu konteksnya dipotong. Seolah saya bilang Pak Jokowi tidak bisa kerja,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (8/1).
Ahok mengaku masih waras jika ingin menyerang Jokowi dan tidak mungkin jika mengatakan Jokowi tidak bisa kerja di depan umum.
“Saya tidak bego-bego amat lah jika ingin menyerang seperti itu. Masa bilang tidak bisa kerja gitu, di depan umum,” ujarnya.
Dia mengungkapkan dalam video yang beredar di media sosial itu, situasinya yang terjadi saat ada seorang nenek usia 82 tahun bertanya akan memilih siapa pada Pilpres 2024.
Ahok pun menjawab memilih Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Sedangkan nenek tersebut ingin pilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Dia selanjutnya menjelaskan kepada nenek itu, program Nawacita yang diusung Jokowi sejak Pilpres 2024 akan dilanjutkan oleh yang memang memulainya yakni paslon yang diusung PDIP.
Nenek tersebut kemudian menilai Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra sulung Jokowi juga bagus dalam bekerja.
“Saya tanya, memang Gibran bisa kerja? Dia wakil presiden (kalau terpilih) mana bisa ngurusin Nawacita? Ini kan yang berkuasa Prabowo kalau terpilih,” ujarnya.
Ahok mengatakan Jokowi pun tidak akan bisa lagi menjalankan program Nawacita ketika sudah selesai menjabat sebagai Presiden RI.
“Kalau Pak Jokowi sudah nggak jadi presiden, memang bisa kerjain Nawacita? Ini yang saya bilang, konteksnya dipotong,” ucapnya. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News