GenPI.co - Seorang anggota Brimob Polda Riau mengungkapkan keluhannya dimutasi tanpa alasan yang jelas dan setor uang ke atasan.
Personel brimob yang mengaku bernama Bripka Andry Wirawan itu bertugas di Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Riau di Manggala Junction Rokan Hilir.
Dia mengungkapkan keluhannya melalui media sosial di akun andrydarmairawan07.2 terkait mutasi dan diminta mencari uang oleh atasan.
“Saya dimutasi ke Batalyon A Pelopor di Pekanbaru, tanpa ada kesalahan,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (6/6).
Andry juga mengunggah sejumlah bukti transferan dengan penerima atas nama Petrus Hottiner Sima yang jumlahnya beragam.
Setelah adanya keputusan mutasi itu, dia bersama ibunya yang sedang sakit komplikasi mendatangi Dansat Brimob untuk meminta pertimbangan.
Dansat Brimob kemudian memberikan penjelasan pertimbangan mutasi karena terlalu lama bertugas di Batalyon B dan tidak ada kontribusi pada satuan.
Andry selanjutnya menyatakan kalau dia sudah menjalankan seluruh perintah dari Danyon. Termasuk pengajuan proposal pembangunan Polindes ke Pemda Rohil.
Selain itu, Danyon juga memintanya mencarikan uang dari luar dan telah disetor dengan besaran Rp 650 juta.
“Saya juga diminta Kompol P mencari dana untuk beli lahan sebesar Rp 53 juta,” ujarnya.
Sementara, Kabid Propam Polda Riau Kombes Johannes Setiawan mengatakan pihaknya sudah mengetahui masalah itu dan sedang didalami.
“Ada delapan saksi yang kami periksa termasuk Bripka Andry,” ucapnya. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News