GenPI.co - Polisi memberikan penjelasan soal proses hukum pria berinisial RA (40) yang melakukan sumpah pocong di Palembang, Sumatera Selatan atas kasus tindak asusila.
Sumpah pocong yang dilakukan RA di hadapan warga tersebut untuk meyakinkan kalau yang bersangkutan tak bersalah atas perbuatan yang disangkakan.
Kasubdit IV PPA Dirreskrimum Polda Sumatera Selatan Kompol Tri Wahyudi mengatakan berkas perkara RA sudah naik ke penyidikan.
“Penyidik telah mendapat alat bukti yang cukup, dan ada keterangan beberapa saksi yang menguatkan,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (19/5).
RA dilaporkan oleh orang tua yang mengaku anak perempuannya berinisial A (5) mengalami pencabulan.
Pelaporan dari orang tua tersebut diterima oleh polisi pada Juni 2022 lalu. Penyidik pun telah menetapkan RA sebagai tersangka karena sudah ada alat bukti yang cukup.
“Salah satu alat buktinya berupa visum,” ujarnya.
RA sendiri sampai saat ini tidak ditahan karena kooperatif. Polisi memberlakukan yang bersangkutan wajib lapor ketika penyidik membutuhkan keterangannya.
“Proses hukum terhadap tersangka RA tetap berlanjut,” ucapnya.
RA yang merupakan warga Kecamatan Ilir Timur II, Palembang melakukan sumpah pocong dengan dipimpin tokoh agama setempat pada Kamis (15/5). (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News