GenPI.co - Ketua Dewan Pengarah Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia Andi Gani mengaku tak menduga Menko Polhukam Mahfud MD bisa unggul di Banten terkait hasil Musra untuk calon wakil presiden (cawapres).
Seperti diketahui, pemaparan hasil Musra VII Banten menempatkan Mahfud MD di posisi pertama dengan elektabilitas 17,47 persen dari total 2,787 responden.
Adapun posisi kedua ditempati Ketua KADIN Arsjad Rasjid dengan perolehan elektabilitas 15,35 persen.
Terkait hal tersebut, Andi merasa heran Mahfud bisa unggul di Banten.
"Pak Mahfud, kan, orang Jawa Timur, kok, bisa satu di Banten," ucap dia di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (23/11).
Andi berpendapat berbagai latar belakang pemilih di Banten menjadi salah satu faktor Mahfud bisa mengungguli figur lainnya.
Dia bahkan mencoba untuk berkomunikasi dengan pihaknya yang mensurvei di Banten.
"Kami saling bercerita, kok, hasilnya seperti itu," ujarnya.
Sementara itu, Andi menyebut figur wapres berdasarkan hasil Musra nasional makin terlihat.
Dia menyebut tiga figur, yakni Mahfud MD, Ketua KADIN Arsjad Rasjid, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto unggul hampir di semua daerah.
Di sisi lain, terkait figur calon presiden, Andi menerangkan hasil Musra ada dua nama yang memang sulit untuk digeser.
"Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto konstan terus, mulai Bandung hasilnya bergantian antara keduanya," tuturnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News