GenPI.co - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan duka mendalam atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Tragedi kerusuhan dalam laga Liga 1 tersebut menjadi catatan paling buruk dalam sejarah sepak bola nasional.
Berdasarkan laporan pihak berwenang hingga Minggu (2/10), sebanyak 125 orang meninggal akibat kerusuhan seusai pertandingan sepakbola Arema Vs Persebaya.
"Saya sampaikan duka mendalam untuk seluruh insan sepak bola nasional, dan masyarakat Indonesia atas tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Sepak bola sedianya hiburan untuk dinikmati, jangan sampai menjadi tragedi kemanusiaan,” ujar Airlangga dalam keterangan, Minggu (2/10).
Airlangga meminta seluruh pihak berwajib mengusut tuntas tragedi yang mengakibatkan duka mendalam untuk insan sepak bola nasional dan dunia.
Terlebih pada prosedur keamanan dan keselamatan penonton sepak bola di stadion.
Airlangga juga meminta seluruh pihak dalam pelaksanaan pertandingan bertanggungjawab penuh pada kondisi dan dampak yang terjadi akibat kerusuhan ini.
"Tidak boleh ada saling menyalahkan, yang ada harus bersikap ksatria, merasa diri yang paling salah, agar tragedi seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya di sepak bola nasional kita,” tegas Airlangga.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini mengimbau, seluruh suporter bola di Indonesia bisa bergandengan tangan, dan satu tekad untuk memajukan sepak bola nasional.
.
"Saya instruksikan kader Golkar di Malang, sekitarnya, dan Jatim, membantu para korban. Bantu apa yang bisa dibantu, yang penting tunjukkan kepedulian sebagai sesama manusia," tegasnya.
Sebelumnya, kerusuhan terjadi seusai pertandingan Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Persebaya 3-2 ini berkahir kerusuhan yang mengakibatkan 125 orang meninggal dunia. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News