GenPI.co - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto membandingkan masa pemerintahan Orde Baru (Orba) dengan era saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi presiden.
Hasto menyebut saat Megawati menjabat sebagai presiden nilai-nilai demokrasi tetap dipegang teguh dalam pemilihan umum (pemilu).
"Dengan demikian, tidak ada manipulasi daftar pemilih tetap (DPT). Tidak seperti Orba. Ini yang didorong PDIP," ucap dia di Hotel Grand Paragon, Jakarta Barat, Selasa (14/6).
Sekjen PDIP itu mengeklaim pemilu yang jujur dan adil telah menjadi komitmen Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sejak 2004.
Oleh karena itu, Hasto Kristiyanto berharap Pemilu 2024 bisa berjalan dengan jujur dan adil.
Dia juga berharap rakyat bisa bebas memilih dengan pertimbangan yang jernih pada 14 Februari 2024.
"Tanpa campur tangan hukum, kekuasaan, politik uang, politik mobilisasi, dan premanisme," kata dia.
Lebih lanjut, Hasto menyatakan PDIP memberikan dukungan penuh kepada KPU dalam menjalankan Pemilu 2024.
Menurut dia, KPU memiliki peran penting sebagai penjaga pemilihan umum (Pemilu) 2024.
Hasto menyampaikan pesan kepada KPU agar tahapan pemilu betul-betul dijalankan dengan komitmen penuh seluruh parpol.
"Supaya Pemilu 2024 benar-benar dilaksanakan dengan prinsip menjujung tinggi kedaulatan rakyat," ujar Hasto Kristiyanto. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News