Start Ganjar ke 2024 Lebih Kuat Dibandingkan Jokowi pada 2014

10 Juni 2022 09:10

GenPI.co - SMRC mengumumkan start Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menujuk Pilpres 2024 lebih kuat dibandingkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelang 2014.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, mengatakan bahwa elektabilitas Ganjar pada 2-3 tahun menjelang pilpres lebih tinggi dari Jokowi pada 2024.

Dalam pertanyaan terbuka, pada Maret 2021 atau sekitar tiga tahun sebelum pemilihan Februari 2024, Ganjar sudah mendapatkan dukungan publik secara spontan sebesar 6,1 persen.

BACA JUGA:  Tak Dukung Ganjar, KIB Dinilai Masih Dinamis untuk Pilpres 2024

“Sementara itu, pada tiga tahun sebelum pemilihan presiden Juli 2014, yakni pada survei Juni 2011, Jokowi sama sekali belum mendapat dukungan secara spontan (0 persen),” katanya dalam diskusi Dinamika Pilihan Partai dan Presiden Menjelang 2024, Kamis (9/6).

Pada Mei 2022, atau sekitar 2 tahun menjelang pemilihan 2024, dukungan spontan pada Ganjar sudah mencapai 14,5 persen.

BACA JUGA:  PDIP Masih Raih Suara Tertinggi di Masyarakat, Kata SMRC

Akan tetapi, dukungan spontan pada Jokowi di Oktober 2012 (sekitar 2 tahun menjelang pemilihan 2014) masih sekitar 0,6 persen.

Pola yang sama juga terlihat dalam respons atas pertanyaan semi terbuka.

BACA JUGA:  Laju Elektabilitas Ganjar Makin Kencang, Kata Survei SMRC

Pada Maret 2021 atau sekitar 3 tahun sebelum pemilihan Februari 2024, Ganjar sudah mendapatkan dukungan 8,8 persen dalam simulasi semi terbuka.

Sementara itu, pada 3 tahun sebelum pemilihan presiden Juli 2014, yakni pada survei Juni 2011, dukungan pada Jokowi baru 2 persen.

Lalu, pada Mei 2022, atau sekitar 2 tahun menjelang pemilihan 2024, dukungan pada Ganjar sudah mencapai 22,5 persen.

“Namun, dukungan pada Jokowi di Desember 2012 (sekitar 2 tahun menjelang pemilihan 2014) masih sekitar 12,8 persen,” paparnya.

Berdasarkan hasil survei, Deni menyimpulkan jika dibandingkan menjelang hari H Pilpres 2014 dengan kondisi tanpa petahana dan jarak waktu yang sama, elektabilitas Ganjar lebih baik dari Jokowi.

Menurut Deni, hal tersebut kemungkinan besar karena Jokowi tidak berasal dari kubu politik pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Sementara itu, Ganjar sekarang berasal dari kubu politik yang sama dengan pemerintah dan dengan presiden Jokowi: sama-sama kader PDI-P dan sama-sama dari Jawa Tengah,” paparnya.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Pulina Nityakanti Pramesi

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co