GenPI.co - Pengamat militer Siswanto Rusdi punya pesan kepada KASAU (Kepala Staf Angkatan Udara) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo terkait pertahanan udara di Indonesia.
Dia menekankan agar pertahanan militer udara lebih diperkuat dalam hal postur.
“Diubah postur pertahanannya, kalau posturnya seperti ini kita tidak bisa tiba-tiba ingin (jumlah) pesawat tempur banyak,” beber Rusdi kepada GenPI.co, Minggu (29/5).
Menurut dia, alat tempur TNI AU jumlahnya sedikit karena karena disesuaikan dengan personel atau operator yang mengoperasikan sistem persenjataan itu.
Rusdi menilai jika postur pertahanan Indonesia masih terbatas seperti saat ini, maka tidak bisa melakukan penambahan alat.
“Kalau kita beli pesawat banyak, akan sia-sia juga,” ucapnya.
Dia juga menyoroti peran AU yang dianggapnya masih minimal dibandingkan dengan matra yang lain.
Dia pun mencontohkan markas pertahanan di kawasan Natuna yang ternyata didominasi oleh TNI-AD.
“Di Natuna itu ada kantor baru, tetapi isinya ialah gabungan angkatan darat, laut dan udara, yang merupakan personel pangkalan,” katanya.
Padahal menurut Rusdi, Angkatan Udara punya peran yanng sangat penting dalam pertahanan negara.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News