GenPI.co - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari mengatakan pihaknya akan mengalokasikan dana sebesar Rp 4,6 triliun dari anggaran Pemilu 2024 untuk pembelian alat pelindung diri (APD).
Sebab, menurut Hasyim pemerintah saat ini belum mencabut status pandemi covid-19.
"Pandangan kami begini untuk urusan APD. Sepanjang pemerintah belum mencabut keputusan darurat nasional, maka masih dalam situasi pandemi," tutur Hasyim di Kompleks DPR/MPR Jakarta, Selasa (24/5).
Kendati demikian besaran dana tersebut masih bisa dikoreksi kembali. Sebab, KPU hanya fokus pada anggaran di aspek elektoral saja.
"Yang seperti ini menjadi wilayah pemerintah apakah Kemenkes, atau siapa pun yang ditugaskan,” ucapnya.
Dengan begitu, kata Hasyim anggaran bisa berkurang minimal Rp 4,6 triliun dan bergeser di pemerintah.
Nantinya, anggaran yang dialokasikan untuk APD ini masuk ke dalam pos anggaran logistik yang disepakati KPU-Komisi II DPR RI senilai Rp 21,2 triliun.
Anggaran logistik paling banyak dialokasikan untuk pemungutan dan penghitungan suara sebesar Rp 11 triliun.
Sisanya Rp 4,29 triliun untuk penetapan hasil pemilu dan Rp 597 miliar untuk masa kampanye, serta Rp 5,2 triliun buat operasional perkantoran.
Seperti diketahui, anggaran KPU untuk pelaksanaan Pemilu 2024 sebesar Rp76 triliun. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News