GenPI.co - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di tanah air makin jauh dari nilai kebersamaan.
Menurutnya, rasa saling benci sudah menggurita dan berkembang di mana-mana. Bahkan, AHY juga menyoroti soal masyarakat yang bermusuhan satu sama lain.
“Memusuhi karena eksploitasi politik identitas dan polarisasi ekstrem antara kelompok ultra nasionalis dengan kelompok garis keras agama,” ujar AHY di Golden Ballroom Hotel Sultan, Minggu (17/4).
Dalam acara silaturahmi dan kontemplasi ramadan Partai Demokrat tersebut, dirinya juga mengaku miris karena seolah-olah tidak ada ruang dialog yang terbuka untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Seolah tidak ada jalan tengah dan kita dipaksa harus memilih antara ujung kanan atau ujung kiri,” tutur dia.
Menurutnya, pemilihan presiden 2019 merupakan salah satu alasan di balik terjadinya polarisasi di masyarakat.
“Luka dari Pemilu 2019 masih berbekas sampai sekarang. Identitas satu dibenturkan dengan identitas lainnya,” kata AHY.
Dirinya menilai saat ini terjadi benturan antar umat lantaran pilihan capres yang berbeda. Hal tersebut, kata dia, menandakan bahwa demokrasi di Indonesia mengalami penurunan.
“Karena pilihan capres yang berbeda, ini sangat disayangkan. Mungkin, ini pula yang jadi indikator utama,” tuturnya.
Tidak hanya survei tanah air, AHY juga mengatakan bahwa bayak survei yang memotret kemunduran demokrasi cukup signifikan di Indonesia.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News