GenPI.co - Fraksi PKB mencopot Luqman Hakim dari Wakil Ketua Komisi II DPR RI dan dipindahkan menjadi anggota Komisi IX.
Pencopotan itu diduga karena pernyataan Luqman Hakim yang menolak Perpanjangan Pemilu 2024 dan Presiden 3 Periode.
Dagelan pencopotan di DPR tersebut mendapatkan respons dari pengamat politik Zaki Mubarak.
Menurut Zaki Mubarak, pencopotan Luqman Hakim mungkin terkait konsolidasi politik Muhaimin Iskandar.
"Tujuannya untuk mengamankan posisinya," jelas Zaki Mubarak kepada GenPI.co, Jumat (15/4).
Analis dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu menegaskan, Luqman Hakim dibesarkan dari organisasi GP Ansor.
"Sementara hubungan PKB dengan Menteri Agama Yaqut Cholil yang sekaligus Ketum GP Ansor lagi dalam situasi perang dingin," ungkap Zaki Mubarak.
Oleh karena itu, Ketum PKB pengin memastikan semua jajarannya tidak ada yang berdiri di atas dua kaki.
"Loyalitasnya harus jelas, hanya kepada ketum dan partai," jelas Zaki Mubarak.
Zaki Mubarak menilai, cara bersih-bersih ini terus dilakukan untuk mengeliminasi yang berpotensi mengganggu Muhaimin Iskandar.
"Dalam jangka pendek mungkin saja efektif untuk mengamankan posisi, tapi kalau over dosis justru akan merusak dan melemahkan PKB sendiri," kata Zaki Mubarak.
Pencopotan Luqman Hakim itu, akan membuat tidak ada lagi kompetisi dalam parpol dan kepemimpinan PKB akan makin sentralistik.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News