Partai Koalisi Pendukung Jokowi Sudah Tidak Solid, Kata Pengamat

15 April 2022 10:45

GenPI.co - Pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga menilai partai koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak solid. 

Hal ini dilihat dari sikap politisi senior PDIP yang berulang menyerang menteri dan sejumlah ketua umum partai koalisi yang mengusulkan penundaan pemilu.

Jamiluddin mengatakan, kepentingan partai koalisi terkait penundaan pemilu tampak berbeda.

BACA JUGA:  Luhut Binsar Pandjaitan Ingin Tampar Jokowi, Kata Masinton

"Setidaknya kepentingan Golkar, PKB, dan PAN tidak sama dengan PDIP, Nasdem, Gerindra, dan PPP dalam hal penundaan Pemilu," ujar Jamiluddin kepada GenPI.co, Kamis (14/4).

Bahkan, PDIP terlihat paling keras menyerang Partai Golkar, PKB, dan PAN yang cenderung mengaminkan penundaan pemilu.

BACA JUGA:  Ucapan Jokowi Tak Bisa Begitu Dipercaya, Contohnya Pak Harto

Akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu pun menilai partai koalisi tidak akan solid lagi hingga masa akhir jabatan Jokowi.

"Hal itu terjadi karena PDIP tidak menghendaki Jokowi yang terlalu dekat dengan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan," jelasnya.

BACA JUGA:  Jokowi Pertahankan Menteri Nggak Becus, Kata Sekjen Kornas-Jokowi

Kata Jamiluddin, PDIP menilai Luhut terlalu dominan dan mewarnai kebijakan Jokowi.

"Oleh karena itu, ketegangan PDIP dengan Jokowi akan terus terjadi selama LBP terlalu dominan," lanjutnya.

Tak hanya itu, Jamiluddin juga menyebut PDIP akan terus mendesak Jokowi untuk me-reshuffle Luhut.

Sayangnya, Jokowi tampaknya tidak akan me-reshuffle Luhut. Hubungan naik turun itu tentu akan berpengaruh pada kinerja kabinet Jokowi.

"Hal ini tentu tidak menguntungkan bagi Jokowi untuk menorehkan tinta emas diakhir masa jabatannya," tandas Jamiluddin. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co