GenPI.co - Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kaharuddin menyatakan bahwa aksi demo 11 April 2022 sebagai pengingat pemerintah.
Seperti diketahui, pada demo 11 April mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, salah satunya yakni menolak penundaan Pemilu 2024.
Kaharuddin mengakui demo 11 April merupakan aksi nyata mahasiswa dalam mengawasi kebijakan pemerintah.
"Ini (demo, red) menjadi shock therapy buat pemerintah bahwa hari ini ada yang mengawasi dan mengontrol kebijakan tersebut,” ujar Kaharuddin kepada GenPI.co, Selasa (12/4).
Kaharuddin menegaskan bahwa mahasiswa berdiri tegak lurus dengan oposisi untuk mengawasi dan mengontrol kebijakan pemerintah
"Agar pemerintah pro dan kebermanfaatan kepada rakyat," ujarnya.
Terkait demo lanjutan, Kaharuddin mengaku belum dapat memastikannya.
Pihaknya sampai saat ini masih mengonsolidasikan dengan rekan BEM SI lainnya.
"Tentu kami menunggu respons dari wakil rakyat untuk menyampaikan tuntutan tersebut kepada Presiden Jokowi," jelasnya.
Seperti diketahui, ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM SI menggelar aksi demo di depan DPR RI, Senin (11/4). (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News