GenPI.co - Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi turut berkomentar soal penganiayaan yang dialami oleh dosen Universitas Indonesia, Ade Armando.
Ade Armando dipukuli sekelompok oknum di tengah demo 11 April 2022 yang digelar di depan Gedung DPR, Jakarta.
Eko mengaku heran dengan tindakan brutal yang dilkukan oleh sekelompok oknum tersebut.
Pasalnya, Ade Armando merupakan sosok yang tidak menyetujui penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.
“Makanya gue heran, ketika Bang Ade (Ade Armando, red) santai saja kesana, ada orang-orang yang memprovokasi, ada orang-orang bengis, ada orang-orang biadab,” kata Eko dalam tayangan YouTube 2045 TV, Senin (11/4).
Meski demikian, Eko menegaskan bahwa tindakan tersebut tak membuat dirinya takut untuk menyuarakan aspirasi.
“Apakah perilaku mereka akan membuat orang-orang lain takut sehingga kemudian bungkam? Oh nggak!” tegas Eko.
Eko pun tak menutup kemungkinan jika selanjutnya dirinya atau rekan-rekan lainnya juga akan menjadi target penganiayaan.
“Hari ini mungkin Bang Ade Armando, kita tidak tahu ke depannya. Tapi jangan pernah berpikir kita berhenti menyuarakan kebenaran,” ucapnya.
Menurut Eko, jika tindakan keji tersebut dilakukan untuk membungkam orang-orang yang menyuarakan, maka tak ada bedanya dengan Orde Baru.
Maka dari itu, ia menegaskan bahwa insiden yang menimpa sahabatnya, Ade Armando, tak akan membuat dirinya takut untuk bersuara.
“Saya, Eko Kuntadhi, tidak akan pernah terprovokasi atau takut hanya karena rekan saya dipukuli,” tandas Eko Kuntadhi. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News