GenPI.co - Peneliti Politik Saiful Mujani menilai alasan yang dibeberkan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan soal penundaan pemilu terkesan dibuat-buat.
Seperti diketahui, Luhut sempat mengatakan bahwa masyarakat lapisan bawah tidak menganggap penting pelaksanaan pemilu.
Menurut Luhut, masyarakat lapisan bawah lebih mementingkan adalah persoalan ekonomi.
Saiful Mujani menilai pernyataan Luhut mungkin benar. Namun, hal itu bukan berarti masyarakat lapisan bawah menginginkan Pemilu 2024 untuk ditunda.
“Hasil survei SMRC bahkan menunjukkan hal yang sebaliknya. Sebanyak 83 persen masyarakat lapisan bawah menolak penudaan pemilu,” ujarnya dalam diskusi “Siapa Dukung Penundaan Pemilu?”, Kamis (24/3).
Sementara itu, sebanyak 82 persen masyarakat perkotaan dan lapisan atas menolak Pemilu 2024 ditunda.
“Tak ada perbedaan yang signifikan antara penduduk pedesaan dan perkotaan dalam isu penolakan pemilu. Umumnya, mereka memang menolak penundaan,” ungkap Saiful.
Lebih lanjut, dari sisi tingkat pendidikan, sebanyak 94 persen warga tamatan perguruan tinggi menolak penundaan pemilu.
Lalu, ada 85 persen masyarakat tamatan SMA sederajat menolak penundaan pemilu. Sebanyak 77 persen tamatan SD-SMP sederajat menolak wacana tersebut.
“Artinya, pernyataan bahwa masyarakat lapisah bawah tak menginginkan pemilu dilaksanakan tepat waktu itu tak benar. Mereka masih ingin Pemilu 2024 tetap dilaksanakan,” tutur Saiful.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News