GenPI.co - Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto menyebut bahwa figur calon wakil presiden. Sosok cawapres, menurutnya, luput dari kacamata parpol.
Menurutnya, sejak pemilihan secara langsung yang digelar pada tahun 2004, figur capres selalu menjadi daya tarik bagi parpol.
Lembaga survei yang muncul pada awal 2004 pun selalu mengedepankan figur capres saja.
"Padahal capres dan cawapres adalah pasangan yang diusung oleh parpol sesuai aturan yang dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bisa ikut serta dalam Pilpres," kata Hari kepada GenPI.co, Sabtu (29/1).
Hari menjelaskan bahwa yang namanya pasangan calon, tentunya tidak hanya figur capres saja yang bisa mendongkrak.
Namun, figur cawapres juga bisa memberikan pengaruh signifikan dalam merebut hati masyarakat dan mendulang suara publik untuk memperoleh kemenangan.
Oleh karena itu, kata Hari, parpol sebagai pengusung pasangan capres-cawapres semestinya tidak hanya melirik figur capres saja.
"Namun, juga melirik figur cawapres yang bisa dijadikan tolak ukur untuk mendulang perolehan suara partai," kata Hari.
Hari menambahkan, figur capres selalu menjadi terdepan sejak empat periode pemilu secara langsung.
Menurutnya, publik pun luput bahwa figur cawapres juga bisa menjadi penentu kemenangan capresnya.
"Contoh yang sangat jelas adalah ketika pemilu 2019, figur KH Ma'ruf Amin menjadi pilihan cawapres saat itu oleh Jokowi," kata Hari. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News