GenPI.co - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kornas-Jokowi Akhrom Saleh bersuara lantang terkait polemik Ibu Kota Negara (IKN) yang disampaikan kader PKS Edy Mulyadi.
Sebelumnya, Edy Mulyadi diduga menghina lokasi pemindahaan IKN di Kalimantan Timur sebagai tempat 'Jin Buang Anak'.
Menurut Akhrom, ucapan tersebut sangat tidak pantas dilontarkan seorang kader partai yang seharusnya memberi edukasi kepada kepada masyarakat dalam politik dan negara.
"Saya kira jelas, ya, Edy Mulyadi tidak patut bicara seperti itu. Itu tidak mencerminkan seorang kader partai politik yang seharusnya memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat," ujar Akhrom kepada GenPI.co, Senin (24/1)
Akhrom menjelaskan ucapan tempat jin buang anak terhadap Kalimantan Timur bisa memicu gejolak luar biasa oleh masyarakat.
Sebab, kata dia, ada tudingan negatif terkait lokasi pemindahaan IKN dari Edy Mulyadi.
"Kalimat ‘tempat jin buang anak’ bisa diartikan sebuah ‘daerah tertinggal’, banyak hutan, dan gelap gulita," jelasnya.
Dengan demikian, Akhrom mengaku PKS harus bersikap tegas menindak kadernya yang dianggap bisa membuat kerusuhan.
Menurut dia, pemindahaan IKN ialah bentuk dari pemerataan ekonomi di Indonesia.
"Dalam kerangka pemindahan IKN, saya kira memiliki tujuan pemerataan ekonomi. Jadi, kader PKS jangan seperti anak kemarin sore, kekanak-kanakan yang hanya buat gaduh," imbuh Akhrom. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News